Jumat, 12 Jan 2018 18:42 WIB

Diet Experience

Pengalaman Buruk Saat Naik Gunung Jadi Motivasi Jalankan Diet

feed
Dikirim Oleh
Romy Perdana Putra
Foto: dok: Pribadi Before Foto: dok: Pribadi After
Jakarta - Awalnya, Romy Perdana Putra hanya ingin merasakan asyiknya mendaki gunung. Setelah dicoba, Romy baru menyadari bahwa berat badan berlebih telah membuatnya sengsara sepanjang jalur pendakian.

Termotivasi oleh pengalaman buruk tersebut, Romy memutuskan untuk diet. Tentunya dengan didukung olahraga secara teratur. Secara bertahap, berat badannya makin berkurang dari yang semula 94 kg menjadi 78 kg.

Berikut ini pengalaman diet sehat yang dijalankan Romy. Jangan lupa tinggalkan komentar jika menurutmu artikel ini cukup inspiratif.

Baca juga: Cerita Diet Kamu Sudah Dimuat, Yuk Sebarkan Inspirasi Sehat!

Keinginan untuk menurunkan berat badan berawal saat pertama kali menerima ajakan teman sekantor mendaki ke gunung. Tertarik dengan cerita mengenai pendakian, saya memutuskan untuk ikut mendaki Gunung Cikuray.

Dengan berat 94kg mendaki gunung terasa sangat berat. Mulai dari mengalami keram sampai lutut dan tumit yang sakit. Bahkan harus menggunakan ojek saat-saat terakhir selesai menuruni gunung.

Setelah berdiskusi dengan beberapa pendaki senior disarankan untuk mengurangi berat badan dengan diet dan olahraga agar lebih kuat dan bugar. Di samping itu saya juga sempat menderita diabetes dengan kadar gula 380.

Saat memasuki tahun baru saya membuat resolusi untuk menurunkan berat badan. Saya mulai membaca artiket mengenai diet serta makanan-makanan sehat untuk di internet. Saya juga mempelajari mengenai aplikasi dan gadget pendukung untuk melakukan diet dan olahraga. 3 aplikasi utama yang digunakan adalah untuk mencatat asupan kalori (calory tra cker), pembakaran kalori saat olahraga (Runtastic), pencatat berat badan (Weight Reminder) dan pengingat minum (water reminder).

Diet yang dilakukan adalah dengan tidak memakan nasi sama sekali selama tiga bulan. Pagi sarapan roti gandum/telur rebus/selai kacang/Ubi rebus atau kukus. Menjelang siang snack buah segar. Siang dengan menu ikan/ayam ditambah sayur/tahu, semua direbus/kukus atau bakar. Menjelang sore snack buah lagi atau kacang-kacangan dan saya berhenti makan sebelum jam 6 sore. Andai kata terpaksa hanya buah segar.

Untuk memudahkan saya selalu membeli sendiri bahan-bahan makanan segar untuk bekal dibawa ke kantor. Selain asupan saya juga minum air putih tidak kurang dua liter per hari dan tidur cukup 7-8 jam. Setelah 3 bulan mulai menambahkan nasi merah sebanyak 7 sendok untuk makan siang ditambah lauk dan sayur rebus atau kukus. Semua menu makan saya catatkan menggunakan aplikasi untuk memantau asupan kalori.

Dari 7 hari seminggu 1 hari digunakan untuk menu bebas sehat dan dengan asupan kalori tidak berlebih agak diet tidak menjadi bosan. Untuk olahraga saya melakukan lari sebanyak 3 kali seminggu juga dengan aplikasi dan gadget pendukung seperti smartphone, smart watch dan smart scale. Tiga alat tersebut saling terhubung sehingga saya bisa memantau asupan, pembakaran kalori dan penurunan berat badan.

Smartphone juga berguna untuk mendengarkan musik saat melakukan aktifitas olahraga supaya tidak jenuh. Target diet yang saya tetapkan adalah penurunan berat badan kurang lebih 0,8-1 Kg per minggu karena kalo lebih dari itu bisa mengganggu metabolisme dan jika kurang target akan mengurangi motivasi bahkan bisa membuat putus asa karena hasil yang kurang memuaskan.

Awal melakukan kegiatan olahraga sangat berat. Jarak tempuh hanya bisa dicapai 2-3 Km saja. Untuk membantu program olahraga saya mencari patner agar tidak bosan dan juga sering berjalan kaki menuju dan pulang kantor. Mencari tempat olahraga tidak jauh dari kantor dan dilakukan setelah jam kerja juga mendukung program olahraga, mengingat lokasi rumah jauh dari kantor.

Secara bertahap jarak tempuh dan pace lari meningkat. Saat berat badan telah turun menjadi 84 Kg sudah bisa menempuh jarak 10 Km, bahkan sekarang sudah pernah mencapai jarak 21Km atau half-marathon.

Di samping lari saya juga melakukan olahraga lain seperti bersepeda, core training, futsal dan renang agar tidak bosan dan memdukung tujuan diet. Bulan pertama berhasil menurunkan berat badan sebanyak kurang lebih 3 Kg menjadi 91 Kg. Bulan berikutnya berhasil menurunkan berat badan menjadi 86 Kg. Angka 86 Kg yang dicapai semakin mendorong saya untuk terus melanjutkan program. Dengan semakin bertambahnya jarak tempuh lari dan dengan pace yang lebih baik sehingga di bulan ketiga berhasil menurunkan berat badan menjadi 81 Kg.

Bulan keempat penurunan berat badan per minggu terasa lebih lambat dengan penurunan rata-rata 0.8 Kg per minggu tetapi tetap semangat dengan olahraga dan konsisten dengan menu diet. Setelah empat bulan berat badan yang semula 94 Kg turun ke 78 Kg.

Pada saat bulan ketiga, saya mencoba kembali melakukan pendakian ke Gunung Ciremai yang mana lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan Gunung Cikuray. Walaupun tetap terasa berat tetapi saya berhasil mencapai puncak Ciremai tanpa ojek sama sekali. Lima bulan setalah ke Gunung Ciremai saya berhasil menjejakan kaki di puncak Gunung Rinjai dan berjalan dengan sangat lancar.

Banyak hal-hal unik yang dialami setelah melakukan diet. Banyak kenalan atau saudara yang mengira saya sakit karena terlihat jauh lebih kurus. Pernah juga ada kejadian di bandara saat check in dan cap passport membuat keraguan petugas bandara dan imigrasi karena foto di KTP yang sangat berbeda dengan wajah setelah diet. Juga setelah melakukan diet semua pakaian baik baju maupun celana harus disesuaikan bahkan membeli pakaian baru karena pakaian lama sudah terlalu longgar untuk digunakan.

Walaupun berat badan 78Kg belum masuk kategori ideal tapi perubahan signifikan sangat terasa. Yang sebelumnya untuk melakukan aktivitas apapun malas sekarang lebih mudah dan semangat. Sekarang saya tetap menjaga pola makan yang sehat, istirahat cukup dan tetap berolahraga minimal satu sampai dua kali seminggu agar tetap menjaga motivasi hidup sehat. Target berikutnya tetap mencoba menurunkan berat badan lagi menjadi 73Kg ditambah peningkatan dan variasi olahraga untuk mengurangi rasio lemak dalam tubuh serta menaikkan masa otot.

Saat ini saya sering mengikuti event jogging race dan tetap mendaki gunung. Setelah Gunung Rinjani saya sudah menyelesaikan ekspedisi ke Gunung Semeru, Gunung Slamet, Gunung Sumbing, Gunung Kerinci dan Gunung Gede. Kegiatan mendaki gunung akan terus saya lakukan 2-3 kali setiap tahunnya. Karena setiap akan melakukan ekspedisi mendaki gunung intensitas olahraga lebih rutin karena membutuhkan persiapan fisik.

Dari pengalaman saya melakukan program diet ada tiga hal utama yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah niat yang kuat disertai alasan dan latar belakang yang kuat agar tidak patah semangat dalam prosesnya. Awalnya tentu tidak mudah tetapi harus dimantapkan bahwa selama masa penyesuaian butuh penderitaan dan pengorbanan lebih. Yang kedua adalah jumlah asupan kalori dikurangi menjadi sekitar 60%-75% dari kebutuhan maksimal kalori dengan menu sehat. Yang ketiga adalah olahraga teratur dengan intensitas yang disesuaikan dan bisa membakar kalori.

Satu hal yang juga menyenangkan setelah berhasil mengurangi berat badan adalah kita bisa menjadi inspirasi dan tempat bertanya bagi orang lain yang ingin melakukan hal yang sama. Sering teman dan kerabat menanyakan bagaimana caranya agar bisa berhasil menurunkan berat badan. Salah seorang yang juga turut berhasil adalah istri saya sendiri. Saya dan istri selalu membawa bekal ke kantor dengan menu yang sama, kalori tidak berlebih, asupan sehat dengan masakan yang juga sehat.



(up/up)
News Feed