Sabtu, 27 Des 2014 12:36 WIB

Diet Experience

Ketagihan Olahraga dan Makan Teratur, Selumiel Pun Sehat dan Turun Bobot 20 Kg

feed
Dikirim Oleh
Selumiel Takaliuang (Before) Before Selumiel Takaliuang (After) After
Kota Batu - Di usia yang sudah tak muda lagi, Selumiel Takaliuang (37) atau Semmy berhasil menurunkan berat badan sebanyak 20 kg dalam waktu 6 bulan saja. Dari yang awalnya tak pernah olahraga, ia menjadi ketagihan berolahraga setiap hari.

Nah, supaya 'demam olahraga' ini tertular pada Anda, Semmy berbagi pengalamannya berdiet kepada detikHealth. Berikut kisahnya, seperti ditulis detikHealth pada Sabtu (27/12/2014):

Ketika menikah bulan September 2004, berat badan saya sekitar 86 kg. Namun setelah 10 tahun berlalu, tepatnya bulan April 2014, bobot saya melonjak menjadi 106 kg. Hal ini disebabkan oleh pola hidup dan pola makan yang tidak sehat.

Kegemaran saya ialah semua jenis fast food, makan berlemak, snack yang tidak sehat, kue dan jajanan yang serba manis dan mi instan. Kapan pun saya merasa lapar, saya akan mengonsumsinya walaupun sudah jam 10 malam ke atas. Olahraga adalah kegiatan langka, kemana-mana terbiasa menggunakan kendaraan bermotor (padahal jarak dekat), tidur tidak teratur. Tidaklah heran bobot saya naik secara drastis, kurang lebih 20 kg dalam 10 tahun.

Saya juga sering mengalami gangguan panas dalam, mudah terserang flu, mudah masuk angin yang sering mengakibatkan demam/flu. Hingga pada awal 2014, saya mulai merasa kesulitan untuk memasang tali sepatu dan kesulitan dalam memakai sepatu, dasi menjadi tidak nyaman digunakan (karena kancing baju teratas tidak bisa ditutup) dan semua pakaian menjadi sesak di badan.

Kenaikan bobot diikuti oleh membesarnya lingkar perut dan membuat saya merasa mudah merasa lelah. Bahkan untuk naik tangga di rumah sendiri, saya merasa berat dan ngos-ngosan. Saya mulai merenungkan keadaan saya dan berpikir jika tidak segera berubah, selain ketidaknyamanan di atas, penyakit-penyakit telah menunggu saya, seperti stroke, darah tinggi, jantung, dll. Ini sudah ditandai dengan tekanan darah saya selalu seputar 140-150, terlalu tinggi untuk seusia saya.

Pada awalnya saya tidak tahu harus mulai dari mana, namun satu ide yang tiba-tiba muncul yaitu segera mulai lagi berolahraga. Olahraga yang pertama saya lakukan naik bukit di belakang rumah kami. Hasilnya saya hampir pingsan di lerengnya, karena terlalu ekstrem. Tetapi pulang dari naik gunung, saya merasa tubuh sangat segar, meskipun badan sakit semua.

Kemudian saya mulai jalan kaki dan pelan-pelan mulai lari lagi. Pada pekan-pekan awal, olahraga terasa sangat berat, dan mengubah pola makan bukanlah hal yang mudah, khususnya mulai membatasi nasi, junk food dan jajanan. Di awal program diet saya, rasanya semua serba dihitung, boleh ini, tidak boleh itu, namun setelah menjadi kebiasaan, semua sudah otomatis.

Semua yang awalnya seperti aturan diet, lama kelamaan menjadi biasa. Malahan jika makanan berlebih, tidak bergerak, saya seperti kehilangan/kekuarangan sesuatu. Pernah satu kali dari pagi, saya dan istri berangkat ke Surabaya (2-3 jam dari kota kami), waktu di Surabaya kami jalan-jalan di mall, beli snack dan sebagainya.

Kemudian pulang kembali ke rumah di Kota Batu, dan tiba di rumah sekitar jam 10 malam dengan menyetir sendiri. Meskipun lelah karena perjalanan hampir seharian, saya merasa tubuh menagih untuk olahraga, karena kemarinnya tidak sempat olahraga. Biarpun waktu sudah jam 10 malam saya segera ganti baju olahraga, dan senam kurang lebih 30 menit, kemudian 30 menit pendinginan dan setelah itu mandi air panas, keramas,
kemudian tidur sekitar jam 12 malam. Waktu bangun pagi saya merasa sangat segar dan siap lanjutkan aktivitas hari itu.

Dorongan berolahraga seperti sudah ‘mencandu’, dan perasaan bahwa perlu makan yang sehat selalu bergelora dalam diri. Bagi saya nomor 1 itu makanan sehat, nomor dua baru makanan enak. Dulu teman-teman saya mengenal saya sebagai seorang yang makannya banyak, cepat, tinggi besar dan gemuk. Tetapi sekarang semua anggapan orang telah berubah dan malah memberi saran supaya jangan terlalu kurus.

Setelah rutin berolahraga dan jaga makan, serta istirahat cukup selama kurang lebih 6 bulan, berat badan saya turun sekitar 20 kg dan kembali ke berat semula seperti waktu menikah 10 tahun lalu, yaitu sekitar 85-86 kg. Tekanan darah saya kembali normal 120-130. Di samping itu saya juga rutin donor darah setiap 3 bulan sekali.

Saat ini kegiatan olahraga rutin saya ialah, lari, aerobik dan mulai angkat beban untuk menambah massa otot. Saya lakukan hampir tiap hari, kecuali hari Minggu. Olahraga telah menjadi semacam kecanduan, jika sehari atau dua hari tidak olahraga, rasanya tubuh ini menagih. Pola makan saya adalah makan sehat secukupnya sebanyak 3 kali dan snack sehat 2-3 kali, jadi total 5 -6 hari sekali saya pasti makan.

Semua makanan yang istri masak adalah minim gorengan, manis-manis, diutamakan sayur, buah, yogurt dan wheat. Jadi dalam diet ini, saya tidak pernah menahan lapar, tidak tersiksa kelaparan, tapi sangat enjoy karena tetap makan seperti biasa dan rutin olahraga. Dan yang paling menyenangkan ialah sepertinya perut saya tidak bisa makan banyak lagi, karena mudah kenyang. Jadi saya menjadi terbiasa makan porsi kecil namun lebih sering.

Yang paling berkesan bagi saya (juga istri), ketika menghadiri wisuda teman kami pada bulan November 2014, kami mencoba pakaian yang dulu kami pakai untuk tunangan (10 tahun lalu) dan hasilnya masih cukup di badan. Itu pengalaman yang sangat berkesan, selain itu saya merasa fit, jarang sakit, tidak mudah mengantuk.

Target saya adalah mencapai 78-80 kg dalam 3-5 bulan ke depan. Jika berat saya mencapai 78-80 kg, saya akan menjaganya dan berusaha untuk menaikan massa otot dengan latihan beban.

Semua program ini saya lakukan di rumah, no gym, no suplemen, tanpa tersiksa tahan lapar, bahkan makan 5-6 kali sehari dan istirahat cukup. Simple, free dan sangat enjoy! Demikian kisah saya, semoga menjadi inspirasi bagi Anda.

(ajg/vit)
News Feed