Senin, 01 Jan 2018 16:16 WIB

Diet Experience

Awalnya Kecewa Diprotes Suami, Kini Bahagia Berat Badan Turun 10 Kg

feed
Dikirim Oleh
Mira Handayani
Foto: dok: pribadi Before Foto: dok: pribadi After
Jakarta - Rasanya kecewa dan ingin berontak ketika suami mengatakan tubuhnya sudah terlalu gemuk. Namun menyadari bahwa overweight bisa berdampak buruk bagi kesehatannya, Mira Handayani memutuskan untuk berbuat sesuatu.

Terlebih, perempuan asal Bogor ini sudah mulai mengeluhkan nyeri di area pinggang dan lutut. Protes dari suami akhirnya ia jadikan cambuk untuk mengubah gaya hidup, tidak hanya dengan menjalankan diet melainkan dengan rajin olahraga.

Pencapaiannya cukup memuaskan. Selain berat badannya turun 10 kg, untuk pertama kalinya ia bisa berlari sejauh 5 km non stop, satu hal yang tidak ia bayangkan sebelumnya mengingat dirinya punya riwayat keluhan nyeri sendi.

Kerja keras Mira dalam menjalankan diet dan olahraganya dikisahkan dengan cukup rinci berikut ini. Jangan lupa tinggalkan komentar jika menurutmu cerita ini cukup inspiratif dan layak diganjar voucher belanja dari detikcom.

Baca juga: Bagikan Pengalaman Diet Sehat Kamu, Dapatkan Hadiah Voucher Belanja

Saya yakin kebanyakan dari kita tahu prinsip menurunkan berat badan, tahu hal apa yang bisa menurunkan dan hal apa yang bisa meningkatkan berat badan kita. Namun seberapa banyak dari kita yang berhasil menurunkan berat badannya? Tidak banyak. Yang membuat kita gagal adalah kurangnya komitmen dari diri kita sendiri. Hal itulah yang membuat saya gagal untuk menurunkan berat badan saya selama bertahun-tahun. Namun di tahun 2017 kemarin, saya mencapai titik kejenuhan saya dengan kondisi badan yang semakin menggemuk dan terkena berbagai penyakit akibat berat badan yg berlebih.

Dimulai dengan sakit pinggang hingga lutut yang nyeri datang silih berganti menyerang saya, dan dokter hanya menyarankan satu obat yaitu berat badan ideal. Puncaknya adalah ketika hasil Medical Check Up saya pada April 2017 menunjukkan BMI (Body Mass Index) Overweight dengan berat 60 Kg. Melihat kondisi saya seperti ini, suami mulai menyuarakan keberatannya. Ia mulai sering menyuruh saya untuk menurunkan berat badan. Awalnya saya merasa sedih karena merasa ia tidak bisa menerima saya apa adanya, dan justru memberontak dengan menolak untuk melakukan apa yang ia sarankan. Namun setelah mengerti alasannya, saya malah merasa bersyukur atas kejujuran suami saya. Justru sikapnya yang tegas dan terbuka menunjukan rasa sayangnya yang ingin istrinya sehat dan merasa lebih percaya diri dan bahagia dengan penampilan yang lebih baik. Tidak hanya mendemo saya untuk berdiet, ia juga menunjukkan dukungannya dengan memberi saya dana untuk membantu program diet saya. Dengan dukungan penuh dari suami, saya pun membulatkan tekad saya untuk memulai program penurunan berat badan dengan serius. Lagipula, kita semua tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi orang yg kita cintai, bukan?

Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari program diet yang saya jalankan yaitu mengatur apa yang masuk ke dalam tubuh kita dan bagaimana mengeluarkannya dari tubuh kita. Dimulai dengan mengkonsumsi makanan sehat tinggi serat, tinggi protein dan rendah karbohidrat, menjauhi gula, minyak dan lemak. Karena saya tidak bisa masak sendiri, sayapun memutuskan untuk menggunakan catering khusus diet. Dengan catering diet ini tidak menjamin berat badan kita otomatis turun jika kita tidak disiplin dengan tidak mengkonsumsi makanan lain di luar menu catering. Saya memulai catering diet ini sejak April 2017 dan masih berlangsung hingga saat ini. Karena harganya yang cukup mahal, saya tidak menggunakan catering ini terus menerus. Namun catering ini cukup efektif untuk melatih saya menahan nafsu dan mendisiplinkan diri untuk selalu mengkonsumsi makanan sehat. Disaat tidak berlangganan catering, sayapun meniru menu makanan catering dan mencoba membuatnya sendiri.

Selain menggunakan catering diet dan mengatur pola makan, saya juga memanfaatkan puasa di bulan Ramadhan sebagai salah satu yang membantu saya untuk menurunkan berat badan. Bulan Ramadhan kemarin di rumah kami tidak seperti Ramadhan-ramadhan sebelumnya, tidak ada lagi teh manis hangat, es buah, kolak pisang, dan aneka gorengan yang biasanya selalu menjadi menu kami berbuka puasa. Kami berbuka puasa seperti makan malam pada umumnya. Air putih hangat dan beberapa biji kurma atau buah-buahan segar menjadi takjil kami. Ketika sahur pun, kadang saya hanya mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan serta minum air putih sebanyak-banyaknya. Sayapun menyempatkan diri untuk berolahraga ringan selama setengah jam sebelum sahur atau menjelang berbuka puasa. Setelah Ramadhan berakhir, sayapun melanjutkannya dengan puasa sunnah di bulan Syawal dan puasa di hari Senin dan Kamis. Dari seluruh periode diet saya, berpuasa adalah cara yang paling cepat untuk menurunkan berat badan, namun tentunya itu saja tidak cukup.

Selain mengatur apa yang kita makan, selanjutnya kita harus mengatur bagaimana mengeluarkan kelebihan kalori dari makanan yang kita makan. Prinsip diet sangatlah simple, kalori yang keluar haruslah lebih besar dari kalori yang masuk ketubuh. Cara mengeluarkan kelebihan kalori adalah dengan berolahraga. Namun seringkali kita sulit untuk memulai olahraga dan disiplin untuk melaksanakannya. Salah satu kunci saya untuk tetap berkomitmen untuk berolahraga adalah mencari inspirasi. Inspirasi bisa datang dari mana saja, namun yang paling efektif adalah dari lingkungan sekitar kita. Saya beruntung bertemu dengan salah satu partner kerja, seorang pengusaha yang sangat sibuk dan berusia jauh di atas saya. Ia membuat saya terinspirasi dengan kisahnya yang berhasil mengikuti lari marathon 21 KM dan kenyataan bahwa ia rutin berolahraga 3-5 kali dalam seminggu. Saya mulai berfikir apakah saya bisa seperti dia pada saat saya seusianya. Dengan waktu luang yang saya punya, usia yang masih cukup muda, dan fasilitas yang ada, saya justru tidak pernah menyempatkan diri untuk rutin berolah raga. Sejak itu saya pun bertekad untuk mulai rutin berolahraga, tidak hanya sebagai bagian dari usaha saya untuk menurunkan berat badan, namun juga untuk bisa tetap sehat diusia tua nanti.

Saya mulai rutin berolahraga di gymnasium di kantor dengan bantuan seorang personal trainer (PT). Dengan menggunakan PT bisa membantu saya untuk tahu bagaimana cara berolahraga yang efektif dan benar. Seorang PT juga menjadi penyemangat saya untuk bisa mencapai batas kemampuan maksimal saya yang selama ini saya tidak yakin untuk bisa mencapainya. Awalnya saya hanya bisa berjalan cepat di atas treadmill, lalu sedikit demi sedikit saya mulai memberanikan diri untuk berlari dan akhirnya saya sekarang bisa berlari selama 20 menit non-stop di atas treadmill. Bahkan bulan Desember kemarin saya berhasil mengikuti lari marathon pertama saya sejauh 5 KM. Karena keterbatasan dana, saya hanya menggunakan PT selama 2 bulan, namun sudah cukup membantu saya untuk berdisiplin dalam berolah raga. Untuk saya, berolahraga bukan hanya untuk menurunkan berat badan, namun untuk menjaga metabolisme tubuh dan membentuk serta mengencangkan tubuh yang longgar setelah kehilangan berat badan.

Dengan berbagai cara yang saya lakukan, saya telah berhasil menurunkan berat badan saya dari 60kg menjadi 50kg dengan BMI Normal dalam waktu 6 bulan. Bukan waktu yang singkat, namun dengan cara ini berat badan akan lebih stabil untuk jangka panjang karena tidak hanya menurunkan berat badan namun juga merubah pola hidup. Meski telah mencapai berat badan ideal, saya masih terus menjalankan program saya dengan menjaga pola makan dan rutin berolahraga. Saya pun menggunakan kombinasi menjaga pola makan, berpuasa minimal 2 hari dalam sebulan, dan berolahraga rutin minimal 3 kali dalam seminggu. Saya percaya konsistensi adalah kuncinya. Saya telah merasakan sulitnya hidup saya dengan berat badan yang berlebih dan merasakan hidup saya menjadi jauh lebih baik dengan berat badan yang ideal. Sayapun menjadi pribadi yang lebih percaya diri, lebih bahagia, lebih bertenaga dan lebih bersemangat. Dan yang paling penting, saya telah membuat orang yang paling saya cintai bangga dengan kerja keras dan hasil yang telah saya capai.

Baca juga: Bagikan Pengalaman Diet Sehat Kamu, Dapatkan Hadiah Voucher Belanja



(up/up)
News Feed