Senin, 14 Nov 2016 12:31 WIB

Studi: Jarang Makan Sayur dan Buah, Anak Jadi Lebih Berisiko Asma

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Usahakan untuk selalu memasukkan menu sayur dan buah dalam menu diet anak. Studi ungkap minus sayur dan buah bisa tingkatkan risiko asma anak.

Ya, studi yang dilakukan oleh American College of Allergy, Asthma and Immunology (ACAAI) menyebutkan bahwa anak yang sejak kecil jarang mengonsumsi buah dan sayur, maka risikonya untuk mengalami asma meningkat 53 persen.

Diyakini bahwa diet yang kaya akan nutrisi dapat membantu tubuh menangkal penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Asma sendiri merupakan suatu kondisi yang menyebabkan paru-paru tidak bekerja optimal dan proses pernapasan pun menjadi terganggu. Dengan perawatan yang tepat, gejalanya bisa tetap terkontrol.

Baca juga: Remaja Diet Ketat Demi Tubuh Seperti Barbie? Hati-hati Malnutrisi Ya

Dalam studi ini, peneliti dari ACAAI melakukan pemeriksaan terhadap 2.043 anak berusia 6 hingga 18 tahun. Dari jumlah tersebut, 57 persen di antaranya tinggal berdekatan dari tempat penjual buah dan sayur. Sementara sisanya tinggal jauh dari penjual buah dan sayur.

Hasilnya, ditemukan bahwa sekitar 21 persen anak-anak yang tinggal di tempat jauh dari penjual sayur dan buah memiliki asma. Sementara mereka yang aksesnya dekat, risiko asmanya 17 persen.

"Gizi yang baik penting untuk semua orang, termasuk anak-anak, dan mereka yang berisiko asma. Tubuh lebih mungkin menjadi rentan terhadap penyakit dan virus pemicu serangan asma sebagai akibat dari kurangnya nutrisi," tutur peneliti utama studi ini, Maripaz Morales, seperti dikutip dari Daily Mail.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa makan banyak buah dan sayuran membantu melindungi tikus terhadap asma. Kini studi membuktikan bahwa hal tersebut juga memberikan dampak bagi manusia.

Studi baru ini telah dipresentasikan pada ACAAI Annual Scientific Meeting.

Baca juga: Remeh, Kebiasaan-kebiasaan Kecil Ini Ampuh Turunkan Bobot Lho

(ajg/vit)