Kamis, 06 Jul 2017 14:34 WIB

Berat Badan Turun, Belum Tentu Lemak Semua yang Hilang

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Ketika melakukan diet, seseorang mungkin akan jadi sering mengecek berat badan sebagai takaran keberhasilannya. Dengan menggunakan berbagai metode, ada orang yang berat badannya bisa dengan cepat berkurang tapi ada juga yang tidak.

Nah bagi mereka yang memang bisa cepat memangkas berat badannya, jangan langsung bangga dulu karena belum tentu itu semua lemak yang terbuang.

Ahli gizi Rita Ramayulis, DCN, MKes, mengatakan bahwa ada empat hal dalam tubuh yang bisa terbuang berkontribusi terhadap penurunan berat badan. Pertama jelas lemak dan ini yang memang menjadi incaran banyak orang, namun selain itu ada juga kandungan air, otot, dan bahkan massa tulang.

"Hilang lemak di tubuh itu enggak bisa cepat dia butuh proses. Tapi kalau misalnya air bisa cepat hari ini kita diet lalu enggak mengonsumsi natrium saja, air kita keluar banyak, itu ditimbang bisa hilang 2 kilogram (kg)," kata Rita ketika ditemui di Neo Soho Mal, Jakarta Barat, Kamis (6/7/2017).

Baca juga: Catat, Begini Tanda Tubuh Kelebihan Protein

Lebih jauh Rita memberi contoh bila seseorang diet ekstrem tidak mengonsumsi bahan makanan tertentu, ada kemungkinan berat badan turun karena otot dan tulang yang justru hilang. Otot butuh protein sementara tulang butuh kalsium yang takarannya bisa didapat dari diet seimbang.

"Jadi jangan langsung bahagia ketika misal berat badan turun 20 kg merasa sudah sehat. Belum tentu," lanjut Rita.

Secara umum penurunan berat badan yang sehat sebetulnya adalah sekitar 0,5 kg per minggu. Penurunan tersebut sudah cukup untuk mengecilkan tubuh tanpa harus berkompromi merusak massa otot, tulang, atau kandungan air dalam tubuh.

Sejumlah penelitian lagi pula melihat bahwa program pengurangan kalori secara drastis seringnya berakhir gagal. Beberapa orang bukannya bisa mempertahankan berat idealnya malah kembali gemuk bahkan lebih berat dari sebelumnya.

Baca juga: Ini Sebab Tubuh Bisa Terindikasi Kelebihan Protein Walau Tak Konsumsi Suplemen

(fds/ajg)