Rabu, 28 Feb 2018 12:16 WIB

Mitos atau Fakta? Konsumsi Ikan dan Susu Bisa Bikin Masalah Kulit

Firdaus Anwar - detikHealth
Ikan dan susu merupakan sumber protein yang baik. (Foto: iStock/GettyImages/Facebook) Ikan dan susu merupakan sumber protein yang baik. (Foto: iStock/GettyImages/Facebook)
Jakarta - Mungkin salah satu dari kita pernah mendengar ucapan orang-orang yang melarang minum susu setelah makan ikan. Disebutkan bahwa kebiasaan tersebut tidak baik karena dapat memicu reaksi yang menyebabkan masalah kulit atau komplikasi lainnya. Benarkah demikian?

Nyatanya tidak ada bukti saintifik yang membenarkan hal tersebut. Studi oleh para peneliti di Qassim University justru menyebut bahwa mitos konsumsi ikan dan susu ini malah membuat orang-orang dengan kondisi vitiligo jadi malas berobat.

Baca juga: Ikan Vs Susu, Mana yang Lebih Sehat?

"Mitos dan konsepsi yang beredar membuat orang-orang menunda mencari saran medis. Hal ini harus ditangani dengan menjalankan program edukasi di unit kesehatan sekolah," tulis peneliti seperti dikutip dari International Journal of Health Sciences, Rabu (28/2/2018).

Dari segi nutrisi ikan dan susu merupakan sumber protein yang baik. Saat ini kita bahkan bisa dengan mudah menemukan berbagai macam masakan lezat dan sehat yang memanfaatkan dua bahan tersebut.

Sebagai contoh diet mediterania yang sering disebut-sebut sebagai diet paling sehat memasukkan ikan dan produk susu (yoghurt) di dalam komposisinya.

Memang ada potensi untuk seseorang bisa terkena masalah kulit dengan mengonsumsi ikan atau susu. Tapi hal itu bisa terjadi bila dari awal ia sudah punya alergi terhadap salah satu sumber protein tersebut.

Baca juga: Makan Ikan Tiap Hari Bikin Alergi, Mitos atau Fakta?

(fds/mrs)