Jumat, 27 Apr 2018 17:33 WIB

Masih Jalani Diet Golongan Darah yang Kontroversial? Begini Lho Faktanya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Sempat viral, diet berdasarkan golongan darah dipercaya lebih ampuh ketimbang diet-diet lainnya karena berdasarkan "apa yang memang tubuhmu butuhkan". Namun, ternyata pakar berkata lain mengenai diet ini.

Diet golongan darah dikembangkan tahun 1996 oleh dokter naturopathic Peter D'Adamo dan masih diminati hingga sekarang. Konon manfaatnya beragam, mulai dari menurunkan berat badan hingga mencegah gangguan pencernaan.

Misalnya, orang dengan golongan darah A lebih disarankan jadi vegetarian dan perbanyak karbohidrat, sementara golongan darah O bisa makan apa saja kecuali tepung-tepungan dan produk susu. Sementara itu golongan darah B dan AB yang disarankan lebih baik memakan sayur dan daging dengan porsi yang seimbang.


Namun beberapa ahli diet mengatakan bahwa tidak cukup banyak dukungan ilmiah terhadap diet ini.

"Meski pilihan makanannya sehat, namun tidak ada cukup bukti ilmiah untuk mendukung diet golongan darah ini," tutur ahli diet dari Cleveland Clinic Wellness Institute, Kristin Kirkpatrick, MS, RD, LD, dikutip dari Health Line.

Ia menyarankan bagi yang melakukan diet ini, jika ada yang mengharuskan untuk memotong sebagian kelompok makanan atau membeli makanan khusus, maka lebih baik tidak diikuti apalagi dalam jangka panjang.

Darah memang merupakan alat diagnosis paling penting dalam dunia medis. Lewat darah, kondisi kesehatan seseorang dapat terlihat dan biasanya para dokter baru bisa menyarankan makanan apa yang tepat dimakan yang dapat menunjang kondisi kesehatan mereka.


Meski diet golongan darah belum mempunyai latar belakang ilmiah yang pasti, kaitan antara kesehatan seseorang dengan golongan darah juga masih belum dimengerti.

"Aku masih belum percaya kita harus mengatur pilihan makanan kita berdasarkan golongan darah. Meski populer, namun aku tak yakin sains dapat mengikuti antusiasme ini," kata Kirkpatrick lagi.

Daripada diet golongan darah, Liz Weinandy, ahli diet dari The Ohio State University Wexner Medical Center lebih menyarankan mengikuti diet sehat lainnya seperti diet Mediterranean atau diet DASH.

"Kita mencari apa yang bermanfaat bagi kesehatan manusia, dan itu tak peduli apapun golongan darahnya atau bahkan struktur tulangnya. Kita semua satu spesies, dan kita tau pada dasarnya diet yang sehat bagi spesies kita adalah: banyak makanan utuh dan plant-based," tandas Weinandy.

(Frieda Isyana Putri/fds)