Rabu, 17 Apr 2019 13:01 WIB

Total 1.155 Pengidap Gangguan Jiwa Binaan Dinsos DKI Nyoblos di Panti

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Salah seorang pengidap gangguan jiwa binaan panti sosial bersiap mencoblos (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth) Salah seorang pengidap gangguan jiwa binaan panti sosial bersiap mencoblos (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta - Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) memiliki hak yang sama untuk memberikan suaranya dalam pemilihan umum. Termasuk seluruh penghuni panti di bawah naungan dinas sosial, salah satunya di Panti Sosial Bina Laras 2, Cipayung, Jakarta Timur.

"Mereka sudah diarahkan, sudah dilakukan sosialisasi dua kali sekarang mereka tinggal melaksanakan aja. Total keseluruhan di dua tempat ini (Bina Laras Harapan Sentosa 2 dan Budi Murni --red) 1.155 warga binaan sosial yang akan menunaikan hak memilih," jelas Irmansyah, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, saat ditemui Rabu (17/4/2019).

Secara umum, tidak ada kesulitan yang berarti dalam membantu teman-teman ODGJ menjalankan hak mereka. Hanya memang, semua bantuan pengarahan disesuai dengan kebutuhan mereka.


Total 1.155 Pengidap Gangguan Jiwa Binaan Dinsos DKI Nyoblos di PantiFoto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth


"Asal mereka disuruh ya mereka ikut, itulah namanya disabilitas mental, kita sudah ada kebijakan ya kita laksanakan," ujarnya.

Untuk kriteria yang bisa memilih, ternyata tidak ada yang khusus untuk ODGJ. Persyaratan yang ada tidak berbeda dengan orang-orang lainnya. Syaratnya hanya satu, mereka harus memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Sebetulnya kriterianya sama saja, umum, tidak ada secara khusus walaupun mereka pada dasarnya harus memiliki NIK," tutup Irmansyah.

(ask/up)