Rabu, 24 Mar 2021 05:57 WIB

Menu Sarapan yang Sebaiknya Tak Dikonsumsi Pagi Ini

Yuviniar Ekawati - detikHealth
ilustrasi makan Ilustrasi sarapan (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Makan di pagi hari atau sarapan sebelum memulai aktivitas berat atau sarapan merupakan salah satu kebiasaan yang terbukti sehat dan membuat program diet dapat berhasil.

"Makan sarapan yang sehat dapat membantu Anda menghindari rasa lapar berlebihan hingga makan tak terkontrol di waktu siang ke malam," kata Centers for Disease Contol and Prevention (CDC) pada laman webnya.

Meski begitu, sarapan yang dapat membuat tubuh sehat dan program diet berhasil adalah sarapan yang sehat yaitu yang mengandung serat, protein, dan lemak sehat. Dengan nutrisi yang seimbang, tubuh mendapatkan energi yang cukup dan membuat orang merasa kenyang agar tidak makan terlalu banyak pada siang hari.

Sebaliknya, sarapan yang tidak sehat malah membuat tubuh menjadi lesu dan meningkatkan porsi makan di siang hari karena tubuh masih merasakan lapar. Sarapan yang tidak sehat juga dapat menyebabkan bertambahnya berat badan dan meningkatkan risiko penyakit kronis.

Berikut ini adalah daftar 2 makanan terburuk untuk dimakan sebagai menu sarapan dikutip dari berbagai sumber.

1. Sereal

Banyak orang yang mengira sereal menjadi makanan yang bergizi bagi anak-anak maupun orang dewasa. Terlebih pada kemasannya menyertakan banyak klaim seperti "mengandung biji-bijian" dan lain sebagainya.

Selain itu sereal seringkali menyatakan bahwa produk tersebut juga merupakan sumber nutrisi yang baik yang mengandung vitamin A dan zat besi.

Dikutip dari Healthline, kenyataannya sangat sedikit kandungan biji-bijian dalam sereal. Nutrisi tersebut juga merupakan nutrisi fortifikasi atau ditambahkan secara artifisial.

Terlebih, produk sereal tinggi akan kandungan gula. Gula, seperti yang tercantum pada daftar bahan adalah salah satu kandungan yang terbesar dalam sereal.

2. Roti dengan margarin

Banyak orang yang memiliki sarapan dengan olesan margarin. Padahal, margarin mengandung lemak trans yang merupakan jenis lemak yang paling tidak sehat pada makanan.

Terbukti bahwa lemak trans bersifat sangat inflamasi seperti yang disampaikan Dariush Mozaffarian dan kawan-kawannya pada penelitiannya yang menyoal konsumsi lemak trans.

Hal itu juga diperkuat oleh penelitian oleh David J Baer dan kawan-kawannya. Selain inflamasi, lemak trans juga dapat menyebabkan berbagai risiko kesehatan lainnya.



Simak Video "Puasa Bikin Gemuk Atau Kurus?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)