Selasa, 18 Mei 2021 05:36 WIB

5 Makanan yang Tak Sebaiknya Dihangatkan Sampai Berulang-ulang

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Opor ayam. Indonesian chicken curry Foto: Getty Images/iStockphoto/AmalliaEka
Jakarta -

Saat Lebaran, memasak banyak menu makanan adalah sebuah tradisi. Tak jarang, sebagian dari makanan itu akan disimpan di dalam kulkas untuk dimakan di hari selanjutnya.

Tapi, ternyata kebiasaan menghangatkan makanan sisa yang sudah disimpan itu berbahaya untuk kesehatan. Hal itu bisa memicu masalah karena tidak semua makanan bisa dihangatkan untuk dikonsumsi kembali.

"Tidak semua jenis makanan bisa dipanaskan ulang, terutama makanan yang memiliki kandungan protein tinggi," kata ahli nutrisi Lokendra Tomar yang dikutip dari Food NDTV, Senin (17/5/2021).

Selain itu, bahaya makanan yang dihangatkan ulang lebih dari satu kali bisa mengubah zat pada makanan. Itu akan mengubahnya menjadi karsinogen yang memicu sel kanker.

Bagaimana bisa?

Makanan yang dipanaskan sudah melalui proses pemanasan pertama. Setelah itu, makanan akan melewati proses pendinginan seperti dari dalam kulkas dan kembali dipanaskan.

Di tahap pendinginan tersebut ada kemungkinan bakteri berkembang biak dengan mudah. Kemudian, bakteri tersebut akan menjadi kebal memasuki proses pemanasan yang kurang tepat.

Jika Makanan dalam wadah tertutup yang disimpan di bawah suhu 4 derajat Celcius ingin dipanaskan lagi, pastika suhunya harus mencapai 70-80 derajat Celcius. Sebab, jika makanan dipanaskan lebih dari suhu 70-80 derajat Celcius, dipastikan kandungan gizinya rusak.

Berikut beberapa jenis makanan yang tidak boleh dihangatkan, yaitu:

1. Sayuran hijau

Beberapa jenis sayuran, seperti bayam, kangkung, lobak, wortel, hingga seledri memiliki kandungan nitrat yang tinggi. Jika dipanaskan berulang kali, kandungan nitrat tersebut akan berubah menjadi racun karena melepaskan karsinogenik yang bersifat kanker.

Selain itu, sayuran hijau yang dihangatkan berulang kali bisa mengoksidasi kandungan zat besi. Oksidasi zat besi ini menghasilkan radikal bebas berbahaya sebagai sumber penyakit.

2. Nasi

Badan Standar Makanan Inggris (FSA) mengatakan nasi yang dihangatkan lebih dari satu kali juga bisa menjadi racun. Terlalu lama menyimpan nasi juga mendorong pertumbuhan bakteri Bacillus Cereus yang menghasilkan spora beracun.

Setelah nasi dipanaskan dan didiamkan pada suhu ruangan, kandungan spora tersebut bisa berkembang biak. Itu juga berisiko menyebabkan keracunan makanan saat dikonsumsi.

3. Telur

Salah satu makanan yang menjadi sumber protein tertinggi adalah telur. Tetapi, telur yang sudah dimasak sampai matang harus segera dikonsumsi dan sebisa mungkin tidak dipanaskan untuk kedua kalinya.

Telur berprotein tinggi mengandung nitrogen. Unsur nitrogen berpotensi teroksidasi setelah mengalami pemanasan berulang dan bisa menyebabkan kanker.

4. Daging ayam

Sama seperti telur, daging ayam juga mengandung protein yang tinggi. Jika dipanaskan secara berulang bisa berpotensi mengganggu pencernaan.

Selain itu, daging ayam yang sudah digoreng disarankan jangan dipanaskan menggunakan minyak. Sebab, berisiko meningkatkan lemak jenuh dengan jumlah berlipat serta kalori.

5. Makanan bersantan

Makanan bersantan yang dipanaskan lebih dari satu kali bisa membuat kandungan asam lemaknya berubah menjadi lemak jenuh, yang meningkatkan kolesterol jahat.

Jika jumlah LDL (lemak jahat) terlalu banyak dalam darah menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah, menyumbat aliran darah ke jantung, dan otak. Dampak buruk lainnya, bisa menyebabkan penyakit jantung, obesitas, serta stroke.



Simak Video "Dear Pelaku Mudik, Jangan Lupa Periksa Swab Antigen atau PCR Ya!"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)