3 Penyebab Obesitas Ini Kerap Terabaikan, Padahal Mematikan!

ADVERTISEMENT

3 Penyebab Obesitas Ini Kerap Terabaikan, Padahal Mematikan!

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 09 Mar 2022 07:00 WIB
Two fat women using smartphone to take a selfie picture after exercise in the gym center
Penggunaan ponsel berlebihan juga memicu kegemukan (Foto: iStock)
Jakarta -

Obesitas merupakan penumpukan lemak yang tak normal atau berlebih di dalam tubuh. Apabila dibiarkan begitu saja, kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah penyakit serius, seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit ginjal.

"Obesitas itu merupakan faktor risiko antara terjadinya penyakit tidak menular dan menyebabkan 5 kematian tertinggi," kata Koordinator Substansi P20MGM Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), dr Esti Widiastuti, M.ScPH dalam rangka Hari Obesitas Sedunia, Senin (7/3/2022).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2018, angka prevalensi obesitas pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas meningkat dari 15,4 persen di tahun 2013 menjadi 21,8 persen di tahun 2018.

Bahkan diprediksi sekitar 22 persen masyarakat dunia mengalami obesitas pada tahun 2045.

"Hasil dari The 2018 Congress on Obesity di Vienna, Austria, itu 22 persen kira-kira masyarakat di dunia ini menjadi lebih besar daripada yang sekarang (obesitas) pada tahun 2045," tuturnya.

Lantas, apa saja sih penyebab obesitas yang perlu diketahui sejak dini? dr Esti pun membeberkan 3 hal utama yang menjadi penyebab obesitas. Adapun penyebabnya sebagai berikut.

1. Teknologi

Sering memanfaatkan waktu luang dengan memainkan barang-barang teknologi, seperti TV, gadget, ponsel, komputer, dan lainnya.

"Dan beberapa faktor (obesitas) yang menyebabkan atau memperberat itu adalah karena mungkin ada teknologi, industrialisasi, globalisasi. Dulu mungkin kalau harus beli makan itu harus jalan dulu, usaha dulu, entah itu memasak dulu, atau mungkin kalau harus beli, keluar rumah dulu, kemudian jalan. Nah, sekarang kemudahan aplikasi dan juga mudah memesan makanan," kata dr Esti.



Simak Video "Studi Sebut Diet Rendah Lemak Lebih Efektif Dibandingkan Keto"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT