Jangan Salah Pilih, Pakar IPB Beberkan Buah yang Baik Dikonsumsi saat Berbuka Puasa

Puasa Sehat Penuh Berkah

Jangan Salah Pilih, Pakar IPB Beberkan Buah yang Baik Dikonsumsi saat Berbuka Puasa

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 24 Feb 2026 16:30 WIB
Date fruit in wood bowl on placemat, Dried date palm fruits top view
Foto: Getty Images/sorrapong
Jakarta -

Berbuka puasa bukan sekadar menghilangkan rasa lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momen penting untuk memulihkan energi tubuh setelah lebih dari 12 jam berpuasa.

Karena itu, pemilihan makanan saat berbuka, terutama buah-buahan, berperan penting untuk mengembalikan energi sekaligus menjaga kondisi tubuh tetap sehat selama menjalankan ibadah Ramadan.

Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, Prof Katrin Roosita, menjelaskan selama berpuasa tubuh mengalami keterbatasan asupan energi, terutama glukosa yang menjadi sumber energi utama bagi otak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat cadangan glikogen di hati mulai menipis, tubuh secara bertahap akan beralih memanfaatkan asam lemak sebagai sumber energi alternatif.

"Proses inilah yang menghasilkan keton, yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh sebagai energi alternatif," tuturnya, dikutip dari laman IPB, Selasa (24/2/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Prof Katrin, saat berbuka puasa tubuh perlu segera mengisi kembali cadangan energi dengan sumber karbohidrat sederhana, seperti glukosa dan fruktosa.

Kedua jenis gula alami tersebut banyak terdapat dalam buah-buahan. Salah satu yang paling dianjurkan adalah kurma, karena mengandung fruktosa cukup tinggi dan secara tradisi juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Ia menambahkan, fruktosa memiliki keunggulan dibandingkan glukosa yang berasal dari gula tebu maupun olahan tepung.

"Keunggulan fruktosa adalah tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis, sehingga lebih aman, terutama bagi pengidap diabetes," ujarnya.

Selain itu, Prof Katrin juga merekomendasikan buah dengan kandungan air tinggi, seperti semangka, melon, dan pepaya. Buah-buahan ini tidak hanya mengandung fruktosa, tetapi juga kaya air, vitamin, dan mineral yang dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh setelah berpuasa.

"Pepaya, misalnya, mengandung beta-karoten sebagai provitamin A yang bermanfaat bagi tubuh," ungkapnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan tidak semua buah cocok dikonsumsi saat perut kosong. Jeruk nipis sebaiknya dihindari karena tingkat keasamannya yang tinggi dapat mengganggu lambung.

Durian juga perlu dibatasi karena kandungan gulanya yang tinggi berpotensi memicu lonjakan glukosa darah. Sementara itu, nangka memiliki serat yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan kembung, serta salak perlu dikonsumsi dengan bijak dengan tetap mempertahankan lapisan putih kulit arinya.

Prof Katrin juga menyarankan konsumsi buah dua hingga tiga porsi per hari, setara 100-150 gram. Pola konsumsi tersebut membantu memenuhi kebutuhan glukosa, fruktosa, serat, vitamin, dan mineral.

Ia menegaskan, meskipun waktu makan selama Ramadan lebih singkat, asupan gizi tetap harus diperhatikan.

"Agar tubuh tetap sehat dan bugar sepanjang ibadah puasa," tuturnya.

Halaman 2 dari 2
(suc/up)
Puasa Sehat Penuh Berkah
32 Konten
Selama puasa, terjadi perubahan pola makan dan ritme kehidupan secara keseluruhan. Adaptasi di awal mungkin agak menantang, tapi tetap bisa dilewati tanpa perlu banyak drama. Bahkan bagi yang punya masalah asam lambung, puasa bisa memberikan manfaat.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads