Viral Ubi Cream Cheese, Ini Wanti-wanti Dokter Gizi di Balik Tren Dessert Kekinian

Kolom Gizi

Viral Ubi Cream Cheese, Ini Wanti-wanti Dokter Gizi di Balik Tren Dessert Kekinian

detikHealth
Jumat, 15 Mei 2026 08:06 WIB
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Ditulis oleh:
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Sarjana peternakan dari IPB University dengan peminatan pada nutrition and feed technology. Saat ini merupakan peserta program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai penulis artikel gaya hidup
Antrean dessert viral ubi cream cheese
Tren dessert kekinian ubi cream cheese. Foto: Mhd. Aldrian, S.Gz/detikHealth
Jakarta -

Ubi cream cheese belakangan ramai baik di media sosial maupun di pusat-pusat perbelanjaan. Pantauan detikcom di sebuah pusat perbelanjaan di Kabupaten Tangerang, Kamis (14/5/2026), makanan ini cukup laris sehingga pengunjung rela antre untuk mendapatkannya.

Selain karena sedang ngetren, ubi cream cheese sepertinya dianggap sebagai camilan yang lebih sehat dibanding dessert manis lain. Tak lain karena berbasis ubi, yang lebih dianggap 'real food' dan menyehatkan dibanding roti misalnya.

Namun demikian, dokter spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK, mengingatkan, tambahan topping tinggi lemak dan gula bisa membuat kandungan kalorinya ikut meningkat. Ia tak menampik ubi memang termasuk bahan makanan yang sehat karena mengandung karbohidrat kompleks dan serat, namun bukan berarti olahan ubi dengan topping kekinian otomatis sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena bahan utamanya ubi, jadi seakan-akan ini dessert atau snack sehat," jelas dr Raissa saat dihubungi detikcom, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

Tambahan topping berlebihan seperti cream cheese, menurut dr Raissa, dapat membuat total kalori dan lemak dalam makanan ikut meningkat.

"Yang perlu diperhatikan, jangan sampai makan berlebihan karena dianggap 'sehat'. Padahal total kalori, gula, dan lemaknya mungkin sama saja dengan dessert lain pada umumnya," lanjutnya.

Antrean dessert viral ubi cream cheeseAntrean dessert viral ubi cream cheese di sebuah supermarket, Kamis (14/5/2029).. Foto: Aldrian/detikHealth

Senada, dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK menjelaskan ubi memang memiliki nilai gizi yang baik karena termasuk karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat di dalam tubuh.

"Sebenarnya kalau ubinya bagus ya, dia merupakan karbohidrat kompleks, jadi lambat diserap di dalam saluran cerna," ujarnya.

Namun menurutnya, manfaat ubi bisa berkurang ketika dipadukan dengan topping tinggi lemak.

"Cream cheese-nya ini lemaknya cukup tinggi. Memang sih rasanya enak, tapi kadar lemak jenuhnya tinggi. Jadi ini yang menyebabkan pada orang-orang tertentu memicu terjadinya gangguan kesehatan," katanya.

Ia juga menyoroti bahwa pada beberapa olahan ubi cream cheese, tambahan susu kental manis dapat membuat kandungan gula menjadi lebih tinggi.

"Ubinya jadi kalah karena ada kandungan nutrisi yang dominan dari cream cheese dan susu kental manis. Dari cream cheese dominan lemak jenuhnya, sedangkan susu kental manis menambah kandungan gula pada makanan," lanjutnya.

Karena itu, dokter mengingatkan makanan berbahan dasar sehat belum tentu tetap sehat jika dipadukan dengan topping tinggi gula dan lemak secara berlebihan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Viral Ubi Cream Cheese, Kombinasi Nikmat Kaya Gizi? Ini Kata Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)
Dessert Viral Ubi Cream Cheese
12 Konten
Desset kekinian ubi cream cheese lagi viral banget, banyak yang rela antre lama untuk mendapatkannya di supermarket. Dianggap lebih sehat dibanding dessert berbahan tepung, tapi apakah benar-benar aman untuk diet?
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads