Kentut Lebih Bau dari Biasanya? Jangan Buru-buru Salahkan Daging, Mungkin Ini Pemicunya

Kentut Lebih Bau dari Biasanya? Jangan Buru-buru Salahkan Daging, Mungkin Ini Pemicunya

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Kamis, 28 Mei 2026 20:08 WIB
Asian woman working on a laptop was sick with stomach ache sitting at home office. WFH. Work from home. Prevention Coronavirus COVID-19 concept.
Makan daging bikin kentut lebih bau? Foto: Getty Images/champja
Jakarta -

Momen Idul Adha identik dengan pesta olahan daging. Mulai dari sate, gulai, tongseng, sampai rendang kerap jadi menu andalan setelah pembagian daging kurban.

Namun, tak sedikit orang kemudian mengeluhkan perut terasa lebih aktif, sehingga merasa kentut mereka menjadi lebih bau dari biasanya. Lantas, apakah benar asupan daging bikin kentut lebih bau?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spesialis penyakit dalam, konsultan gastroentologi, hepatologi dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH dari Mayapada Hospital mengatakan, daging bukan merupakan penyebab kentut seseorang jadi lebih bau.

ADVERTISEMENT

"Justru kentut lebih bau itu terjadi bila kita banyak mengonsumsi karbohidrat, contohnya ubi," kata dr Aru saat berbincang dengan detikcom, Kamis (21/5/2026).

Karbihidrat, lanjut dr Aru nantinya akan dipecah oleh kuman yang ada di usus. Mikroba tersebut akan mengubahnya menjadi sebuah gas yang menjadi biang kerok kentut menjadi bau.

"Ubi itu akan menyebabkan proses karbohidrat yang dipecah dalam usus itu lebih banyak. Kemudian oleh kuman-kuman usus, karbohidrat itu dicerna dan diubah menjadi gas, terutama gas sulfur dan itu yang menyebabkan bau," tutupnya.




(dpy/up)
Tips Sehat Menyantap Daging Kurban
30 Konten
Bagi sebagian orang, nikmatnya menyantap daging kurban selalu dibayangi dengan risiko kesehatan. Kolesterol dan asam urat bikin kepikiran, padahal sebenarnya bisa dikelola dengan baik.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads