Lele Godok Viral di Medsos, Benarkah 100 Persen Bebas Lemak? Ini Faktanya

Kolom Gizi

Lele Godok Viral di Medsos, Benarkah 100 Persen Bebas Lemak? Ini Faktanya

detikHealth
Jumat, 12 Jun 2026 07:04 WIB
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Ditulis oleh:
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Sarjana peternakan dari IPB University dengan peminatan pada nutrition and feed technology. Saat ini merupakan peserta program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai penulis artikel gaya hidup
Nutrisi lele godok, benarkah lebih optimal?
Nutrisi lele godok, benarkah lebih superior? Foto: iStock
Jakarta -

Lele godok lele yang dimasak dengan cara digodok alias direbus ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet menyebut menu ini sebagai alternatif yang lebih sehat dibandingkan lele goreng karena tidak menggunakan minyak dalam proses memasaknya.

Namun, apakah benar nutrisi lele lebih terjaga saat direbus? Dan benarkah lele godok otomatis menjadi makanan rendah lemak? Yuk, kupas bareng-bareng faktanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa yang Terjadi pada Kandungan Gizi Lele Saat Direbus?

Salah satu alasan lele godok dianggap lebih sehat adalah karena proses memasaknya tidak menggunakan minyak, sehingga tidak menambah lemak dan kalori dari bahan tambahan.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, bukan berarti lele godok menjadi makanan yang bebas lemak. Lele secara alami memang mengandung lemak sebagai bagian dari profil gizinya. Secara alamiah, lele tetap punya kandungan lemak.

Berdasarkan data USDA FoodData Central, dalam 100 gram lele mentah terkandung sekitar 15-16 gram protein dan 6-7 gram lemak. Selain itu, lele juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral, seperti vitamin B12, fosfor, selenium, dan kalium.

Lemak yang terdapat pada lele tersebut berasal dari ikan itu sendiri, bukan dari proses pengolahan. Karena itu, meskipun dimasak dengan cara direbus tanpa minyak, lele godok tetap mengandung lemak alami. Berbeda dengan lele goreng, proses penggorengan dapat menyebabkan ikan menyerap sebagian minyak dari luar sehingga kandungan lemak dan kalorinya menjadi lebih tinggi.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa metode memasak seperti perebusan tidak menambahkan lemak dari luar bahan pangan dan dapat membantu mempertahankan profil gizi ikan, terutama kandungan proteinnya. Selama proses perebusan, sebagian vitamin yang larut dalam air dapat berpindah ke air rebusan, sehingga zat gizi tersebut masih dapat ikut dikonsumsi apabila kuahnya tidak dibuang.

Dengan kandungan protein yang cukup tinggi dan tanpa tambahan minyak selama proses memasak, lele godok dapat menjadi salah satu pilihan menu bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi makanan gorengan tanpa menghilangkan sumber protein hewani dalam pola makannya.

Simak juga ulasan lebih lengkap tentang fakta-fakta nutrisi ikan lele dalam: [FOKUS: Nutrisi Ikan Lele 'Salmon Versi Ekonomis']

@detikhealth_official Masih percaya mitos lele buntut bengkok itu pemakan kotoran? 🤔 Yuk, update informasi kamu! Pakar Budidaya Perikanan menegaskan kalau lele modern kini dibudidaya secara higienis dengan pakan terstandar. Intip tips memilih lele berkualitas di video ini ya biar nggak salah pilih sumber protein! 🥩💪 Host: Nia Editor: Icha #KolomGizi #detikHealth #ManfaatLele #InfoGizi #TipsSehat ♬ original sound - detikHealth

Halaman 2 dari 2
(fti/up)
Bedah Gizi Super Lele
13 Konten
Bisa dibilang, lele termasuk sumber nutrisi paling 'underrated'. Di balik harganya yang bikin 'humble' pada penggemar, terkandung nutrisi yang disetarakan dengan salmon yang kelasnya lebih premium.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads