Sebuah fenomena ekstrem penurunan berat badan tengah menjadi tren di media sosial China hingga memicu peringatan keras dari para dokter. Banyak orang dilarikan ke ruang gawat darurat usai nekat meminum campuran teh tanpa gula, dengan obat sembelit cair atau enema gliserin.
Tren ini mendadak viral di media sosial setelah sejumlah influencer mengklaim metode tersebut ampuh memangkas berat badan hingga 4 kg, hanya dalam waktu dua hari.
Dalam konten-konten yang beredar, mereka menuangkan enema gliserin. Itu merupakan obat luar untuk sembelit yang dimasukkan lewat anus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obat tersebut dicampurkan ke dalam botol teh tanpa gula, mengocoknya, lalu meminumnya. Hasil penurunan berat badan fantastis tersebut didapatkan dari efek buang air besar yang sangat sering.
Mengalami Diare Parah dan Muntah
Tidak sedikit warganet yang tergiur dan menjajal metode berbahaya ini. Salah seorang korban bernama Ma, mengaku merasakan gejala parah hanya dalam hitungan menit setelah mengonsumsi racikan tersebut.
"Saya ke toilet setiap jam. Saya tidak bisa tidur sepanjang malam," ujar Ma, yang mengalami diare mendadak serta muntah berulang kali usai meminum campuran teh dan enema.
Sebuah rumah sakit di Provinsi Henan, China, melaporkan telah menerima gelombang pasien darurat akibat mempraktikkan cara diet ekstrem ini.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa teh tanpa gula sendiri sudah bisa memicu iritasi lambung pada pemilik perut sensitif. Apalagi jika dicampur dengan obat pencahar luar.
"Jika orang menambahkan enema gliserin ke dalamnya, efek pencahar akan berlipat ganda. Ini adalah 'pukulan ganda' bagi sistem pencernaan," peringat pihak rumah sakit, dikutip dari SCMP.
Bahaya Meminum Obat Luar
Penggunaan enema gliserin atau obat sembelit cair secara oral sangat dilarang keras di dunia medis. Selain tidak terbukti membakar lemak, tindakan ini membahayakan organ pencernaan.
Ahli gizi dari Rumah Sakit Wanita dan Anak Chongqing, Sun Hailan, menjelaskan bahwa rasa lemas dan penurunan berat badan instan dari tren tersebut hanyalah efek dehidrasi. Kondisi itu terjadi akibat terbuangnya cairan tubuh secara berlebihan.
"Meskipun berat badan Anda turun, yang hilang bukanlah lemak, melainkan feses yang mengeras dan banyak air dari tubuh Anda," jelas Sun Hailan.
"Setelah Anda mengisi kembali cairan tubuh, Anda akan kembali gemuk dalam waktu singkat. Ini tidak membantu penurunan berat badan," tegasnya mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur cara instan yang membahayakan nyawa.
Simak Video "Video: Berat Badan Hanya 22 Kg, Wanita Ini Meninggal Usai Diet Ekstrem"
[Gambas:Video 20detik] (sao/dpy)










































