Makan Mi Instan Tiap Pagi? Jangan Lupa Cek Natriumnya Biar Tak Hipertensi

Hipertensi

Makan Mi Instan Tiap Pagi? Jangan Lupa Cek Natriumnya Biar Tak Hipertensi

Elmy Tasya Khairally - detikHealth
Selasa, 04 Agu 2026 05:03 WIB
Thai noodle
Mi instan punya kandungan natrium yang tinggi. Foto: Getty Images/OrraweeT
Jakarta -

Mi instan menjadi salah satu makanan favorit banyak orang. Selain karena praktis dibuat, juga karena murah dan rasanya enak.

Kendati demikian, mengonsumsi mi instan ternyata berpotensi memicu sejumlah gangguan kesehatan, salah satunya hipertensi. Kadar natrium atau sodiumnya yang tinggi merupakan faktor risiko utama.

"Jawabannya berpotensi (memicu hipertensi). Karena hubungan antara asupan natrium dengan tekanan darah tinggi itu cukup jelas," kata spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Badai Bhatara Tiksnadi, MM, SpJP(K) saat ditanya kaitan mie instant dengan hipertensi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Gambas:Instagram]

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, di dalam mi instan terkandung sekitar 1.400 mg natrium. Sementara itu, batasan natrium yang disarankan untuk dikonsumsi per hari sekitar 2.000 mg.

Terkait asupan konsumsi mi instan dalam seminggu, lebih baik disesuaikan dengan total natrium yang disarankan per hari. Sebab, perlu diingat bahwa natrium tidak hanya berasal dari mi instan.

"Makanan yang banyak kandungan natriumnya adalah semua makanan yang gurih-gurih, saus-sausan, kecap, sambal, mayones, kemudian produk-produk fast food," kata dr Badai.

Jika ingin mengonsumsi mi instan, dr Badai menyarankan untuk mengurangi penggunaan bumbu, kalau bisa hanya seperempatnya. Dengan demikian, natrium yang dikonsumsi tidak melebihi batas asupan yang dianjurkan.

"Ya, jadi di bumbu yang sebungkus kecil itu yang rasanya sangat gurih dan enak, itu mengandung natrium yang sangat tinggi. Sehingga kurangi sebanyak mungkin bumbu, kalau perlu seperempat," kata dr Badai.

Selain itu, ketika memasak mi instan, bumbunya bisa diganti dengan rempah-rempah lain.

"Kalau bisa, masak sendiri di rumah dan ganti dengan bumbu atau rempah-rempah yang lain. Kemudian hindari makanan olahan," sambungnya.

Sementara itu, spesialis gizi klinis, dr Diana Suganda, MKes, SpGK, menyarankan untuk tidak mengonsumsi mi instan dalam jangka waktu yang berdekatan. Selain itu, tambahkan telur dan sayur agar kandungan gizinya lebih seimbang.

"Jarangin, misal sebulan sekali. Atau kita rebus, airnya dibuang, kita ganti pakai air lain. Terus kan mi instan isinya cuma karbo, tambahin protein jadi ada telurnya, ada sayurnya, kita potong-potong kasih sawi, kol," tambahnya.

Kendati demikian, alih-alih makan mi instan, dr Badai menyarankan lebih baik mengonsumsi nasi, kentang, dan singkong sebagai sumber karbohidrat.

"Di dalam mi instan sendiri, selain natrium juga dia adalah mi. Makanan olahan harus dihindari, termasuk mi. Jadi, sebenarnya lebih baik nasi, kentang, dan singkong sebagai sumber karbohidrat," pungkas dr Badai.

"Jadi ada dua reason terutama, dari segi konteks olahannya dan yang kedua dari segi konteks natriumnya," lanjutnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Viral Pria Cuci Darah di Usia 20-an, Ngaku Sering Makan Mie Instan"
[Gambas:Video 20detik] (elk/up)
Ancaman Hidden Sodium
15 Konten
Sodium atau natrium dapat meningkatkan risiko peningkatan tekanan darah tinggi, utamanya pada individu dengan riwayat hipertensi. Pada individu sehat pun, takaran sodium berlebih juga berdampak pada kesehatan. Yang 'hidden' lebih perlu diwaspadai.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads