Cerita Ahli Gizi Berhasil Pangkas BB 14 Kg, Ini Pola Makan yang Dilakukan

Cerita Ahli Gizi Berhasil Pangkas BB 14 Kg, Ini Pola Makan yang Dilakukan

Elmy Tasya Khairally - detikHealth
Selasa, 01 Sep 2026 07:05 WIB
Woman eating tasty granola with berries, yogurt and seeds, closeup
Foto: Ilustrasi diet (Getty Images/Liudmila Chernetska)
Jakarta -

Sering kali, menurunkan berat badan tak harus melakukan diet ekstrem, tetapi lebih tentang membuat perubahan berkelanjutan pada kebiasaan sehari-hari.

Dikutip dari laman Hindustan Times, ahli gizi Sudiksha berhasil menurunkan berat badannya dari 89 kg menjadi 75 kg Dia membagikan daftar makanan dan minuman yang berhenti dikonsumsi selama proses diet.

Dia menyoroti tujuh makanan dan minuman yang bisa menyebabkan asupan kalori berlebih atau retensi air dan menyarankan alternatif yang lebih sederhana. Berikut daftarnya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Minuman Manis

Minuman manis bisa menambah kalori dalam jumlah yang signifikan tanpa memberi rasa kenyang yang cukup. Menurut Sudiksha, gula tinggi bisa menyebabkan penumpukan lemak dan kembung.

Sebagai alternatif, dia merekomendasikan untuk memilih air lemon, air kelapa, atau teh hijau.

ADVERTISEMENT

2. Roti Putih

Roti putih terbuat dari tepung olahan dan bisa kurang mengenyangkan dibandingkan dengan makanan lain yang kaya akan serat.

"(Roti putih) memicu rasa lapar dengan cepat," tulis Sudiksha dalam media sosialnya.

Dia menyarankan untuk menggantinya dengan roti gandum utuh, roti multigrain, atau roti oat.

3. Keripik dan Makanan Ringan Kemasan

Camilan kemasan bisa tinggi sodium, yang bisa menyebabkan retensi cairan sementara. Dikutip dari laman Medical News Today, retensi cairan atau retensi air terjadi saat tubuh tidak mampu mempertahankan kadar cairan.

"Garam tinggi: retensi air dan pembengkakan wajah," tulisnya.

4. Makanan Cepat Saji dan Burger

Mengonsumsi makanan cepat saji yang padat kalori secara teratur bisa mempersulit upaya mempertahankan defisit kalori. Menurut Sudiksha, makanan-makanan ini umumnya tinggi lemak dan kalori.

Alternatifnya, dia menyarankan sandwich buatan sendiri atau whole-wheat wrap. Pilihan ini memungkinkan seseorang lebih mudah mengontrol bahan yang digunakan, sekaligus mengatur porsinya.

5. Es Krim

Es krim bisa mengandung gula tambahan dan kalori yang cukup tinggi, tergantung pada jenis dan porsinya. Sudiksha menyebut es krim sebagai "kombinasi keinginan mengonsumsi gula dan produk susu".

Sebagai alternatif, dia menyarankan yogurt Yunani dengan buah, smoothie pisang beku, atau sedikit cokelat hitam.

6. Alkohol

Alkohol bisa menambah kalori sekaligus memengaruhi hidrasi dan pilihan makanan. Menurut Sudiksha, minuman ini bisa menyebabkan dehidrasi dan pembengkakan.

Alih-alih minum alkohol, Sudiksha menyarankan untuk memilih air soda dengan lemon, infused water, atau jus segar tanpa tambahan gula.

7. Daging Olahan

Daging olahan bisa mengandung kadar natrium yang tinggi. Mengonsumsi makanan asin juga bisa menyebabkan retensi cairan sementara.

"Kadar natrium tinggi: Pembengkakan pada wajah dan kembung," tulisnya.

Dia merekomendasikan untuk memilih telur, ayam panggang, hingga tahu, tergantung pada preferensi diet.

Meski telah menyebutkan berbagai makanan yang dia batasi saat menurunkan berat badan, Sudiksha menekankan bahwa menghilangkan makanan tertentu bukanlah kunci untuk penurunan berat badan yang berkelanjutan.

"Penurunan berat badan sebagian besar bergantung pada defisit kalori dan konsistensi," tulisnya.

"Kurangi makanan-makanan ini, lebih banyak bergerak, tidur lebih nyenyak, dan tubuh Anda akan berubah," tambahnya.



(elk/kna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads