Kamis, 06 Okt 2011 12:38 WIB

Doctor's Life

dr Phaidon L Toruan, Tak Pernah Lelah Ajak Orang Hidup Sehat

- detikHealth
Jakarta - Dokter Phaidon L Toruan dikenal sebagai dokter dan trainer hidup sehat dan olahraga. Dokter yang pembawaannya selalu bersemangat ini punya cita-cita mulia ingin orang Indonesia menjadi sehat, bugar dan bahagia dengan cara yang benar. Makanya tak pernah lelah mengajak orang hidup sehat.

Bidang yang ia geluti saat ini ternyata terinspirasi dari seorang wanita gemuk yang pernah ditemui saat masih menjadi mahasiswa. Wanita gemuk itu sedang bermasalah dengan suaminya tapi ia berhasil memotivasi si wanita menjadi berubah lebih sehat, lebih langsing dan hubungannya dengan suami kembali baik.

Kejadian itu membuatnya terinspirasi untuk belajar memotivasi orang agar bisa langsing dengan cara yang sehat.

"Pertama, urusan ini sebetulnya dimulai saat saya masih mahasiswa di sekitar tahun 1998. Suatu hari di gym, ada seorang ibu yang berambut keriting, agak gemuk, merenung sendirian di dekat dispenser air. Ketika saya hampiri, ternyata dia sedang menitikkan air mata. Singkat cerita, dia ceritakan kalau dia mengalami tekanan karena sedang bermasalah dengan suaminya. Suaminya tidak mau mengajak dia ke berbagai acara karena dia gemuk dan kurang menarik. Setelah saya motivasi, dia mau berolahraga dan mengatur makan. Saya membantu dia olahraga, bergantian dengan teman saya yang instruktur. 2 bulan kemudian, penampilannya berubah, menjadi lebih langsing. Dandanan diubah dan hubungan dengan suaminya kembali mesra. Kejadian itu yang memotivasi saya untuk belajar memotivasi orang agar bisa langsing dengan cara hidup yang sehat, yakni olahraga dan mengatur makan," jelas dr Phaidon L Toruan, MM, Corporate Health Trainer saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Kamis (6/10/2011).

Menurut dokter yang hobi nge-gym ini, kejadian itu juga menjadi salah satu cikal bakal yang membuatnya berinisiatif untuk menulis buku 'Fat Loss not Weight Loss'.

Awalnya, gizi dan makanan sehat bukanlah bidang keahlian yang digemari Dr Phaidon. Bahkan menurut dokter yang aktif di organisasi Perpasti (Perkumpulan Praktisi Awet Sehat Indonesia) ini, ia pernah mendapatkan nilai terburuk dalam sejarah FK Universitas Padjajaran, yaitu nilai E.

"Saya pernah mendapat nilai terburuk dalam sejarah FK Universitas Padjajaran, E. Tapi di semester pendek, setelah saya menyukai ilmu nutrisi fitness, saya mendapat nilai A (saat ujian hampir benar semua). Passion mengubah kecerdasan orang tentunya," kata dokter yang juga aktif sebagai Anti Aging Lifestylist.

Berbeda dengan ilmu gizi, minatnya terhadap bidang olahraga sudah mulai terlihat sejak kuliah. Tidak seperti mahasiswa kedokteran yang lain, saat kuliah dr Phaidon sering dianggap aneh karena lebih suka nongkrong di gym dan suka sekali membawa majalah Fitness, yang saat itu masih jarang. Meski belajar serius, ia mengaku tidak segigih teman-temannya yang hebat-hebat.

"Saya terkagum-kagum dengan orang berotot seperti binaragawan. Teman-teman saya juga sering heran dengan 'kelakuan saya' dan menganggap aneh. Skripsi saya bahkan di bidang fisiologi olahraga, khususnya binaraga," jelas dokter lulus Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung.

Namun hobi dan ketertarikan dr Phaidon mendapat dukungan dari dosen pembimbing dan 2 teman baiknya. Mereka percaya bahwa hobi nge-gym dan gemar membawa majalah Fitness itu akan bisa membuat dr Phaidon menjadi trainer olahraga dan hidup sehat yang hebat.

"Pembimbing saya saat itu, Prof DR Wahyu Karhiwikarta, merasa sangat surprise dan senang dengan ide segar yang beliau lihat. Dan saya masih ingat ada 2 teman yang sangat mendukung dan support. Pertama dokter Media Yuni, yang sekarang menjadi spesialis saraf di Bandung dan dokter Ade Mirza Mandana," jelas ayah dua anak ini.

Ternyata tekad dan dukungan orang-orang terdekat mengantarkan dr Phaidon menjadi trainer hidup sehat dan olahraga yang handal. Kini ia banyak diundang oleh perusahaan besar untuk menjadi pembicara dan memberikan ceramah hidup sehat.

Bagi dr Phaidon, ceramah hidup sehat untuk perusahaan tujuannya adalah membantu perusahaan meningkatkan produktifitas dan mengurangi biaya kesehatan, tapi dengan cara membuat karyawan melakukannya dengan happy dan seru karena bermanfaat untuk diri sendiri.

"Misalnya, saya mengajarkan rahasia agar karyawan pria memiliki kemampuan seks yang prima dan akibatnya dia lebih produktif dan risiko sakit berkurang. Dan untuk karyawan wanita saya membantu membentuk tubuh, melangsingkan, menghaluskan wajah secara alami dan ketika rahasianya dilakukan, mereka menjadi produktif dan sehat. Semuanya dimulai dari motivasi dan informasi yang tepat," jelas dr Phaidon.

Untuk mengasah kemampuannya menjadi trainer kesehatan yang bisa berkomunikasi dengan bahasa kedokteranyang mudah dipahami masyarakat awam, dr Phaidon pun mengaku berguru pada banyak orang hebat, seperti Profesor Rhenald Kasali, yang cara mengajarnya sangat mendalam tapi sangat bisa dicerna. Ia juga belajar dari motivator Tung Desem Waringin, yang membuat suasana seminar selalu seru dan membuat orang bisa 'turn around'.

"Saya selalu in touch dengan kedua guru ini, agar saya bisa update dengan kemampuan presentasi," jelasnya.

Tak hanya aktif sebagai trainer dan menjadi pembicara di berbagai acara kesehatan, kini Dr Phaidon pun mulai aktif memberikan kuliah hidup sehat gratis melalui jejaring sosial twitter. Menurutnya, motivasi untuk hidup sehat harus dipupuk terus menerus, termasuk untuk semua peserta seminar, pelatihan dan para penghuni jejaring sosial.

Awalnya, ia mengaku sering memberikan motivasi melalui layanan BBM (Blackberry Messenger), namun layanan tersebut hanya dapat diikuti oleh orang-orang yang memiliki smartphone Blackberry. Ia pun akhirnya menemukan bahwa jejaring sosial twitter bisa menjadi salah satu cara untuk membuat lebih banyak orang mau menjalani pola hidup sehat.

"Maka ketika saya menemukan twitter bisa 'lintas media', saya berpikir kenapa tidak saya kerjakan. Lagipula, dengan twitter informasi yang dibuat bisa berantai karena di retweet. Kebetulan, sahabat saya Marsyhelino Camber, seorang ahli SEO (search engine) membuka mata saya soal twitter ini," jelas dr Phaidon.

Menurut dokter kelahiran Jakarta ini, twitter bisa menjadi salah satu cara untuk mengajak orang untuk dapat menjalankan hidup sehat.

"Jadi kalau saya ikut seminar kedokteran yang bahasanya sering menjadi 'bahasa dewa' buat awam, yang dibawakan oleh orang hebat seperti Profesor Teguh Santoso ahli jantung, Profesor Kurniawan ahli patologi, Doktor Amarullan Siregar, dan orang hebat lain, saya terjemahkan dalam bahasa twitter 140 karakter. Jadi merupakan tantangan sendiri buat saya," ungkap dr Phaidon.

dr Phaidon ingin bangsa Indonesia menjadi sehat, bugar dan bahagia. Sumbangsihnya untuk itu hanyalah ilmu yang menerjemahkan bahasa sulit menjadi mudah dan ilmu yang mudah dipraktikkan, berhasil, menyenangkan dan seru.

"Harapan saya, saya bisa memiliki 100.000 followers di 33 provinsi, di 480 kabupaten di Indonesia di akhir 2011 ini, yang ketika mengikuti twitter saya menjadi tercerahkan, terinspirasi dan menjalankan hidup sehat, boleh ikut seminar saya dan mau menjadi agen perubahan untuk turut menjadi 'health practitioner' minimal di keluarga, dan membagikannya pada lingkungan di sekitarnya. Kalau ilmunya mudah didapat, misalnya dengan mengikuti tips twitter saya (yang mana ilmunya kalau ikut seminar sendiri pasti mahal, waktu terbuang dan belum tentu mengerti), maka tentu akan lebih baik untuk segera follow saya toh di @phaidontoruan," jelasnya.


BIODATA

Nama
Phaidon L Toruan, dr MM

Tempat/tanggal lahir
Jakarta, November 1973

Status perkawinan
Menikah dengan Drg Renta Frianty

Anak
Jordan Imanuel L Toruan dan Sharon Michelle L Toruan

Pendidikan
Pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran
Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Pekerjaan
Corporate Health Trainer
Anti Aging Lifestylist
Strength anda Conditioning untuk atlit

Organisasi
Perpasti (Perkumpulan Praktisi Awet Sehat Indonesia)
PASTI (Perkumpulan Awet Sehat Indonesia)

Hobi
Olahraga, voli, basket, ngegym, berenang.
Musik, gitar, piano, menyanyi.

Facebook: Phaidon L Toruan
Twitter: @phaidontoruan



(mer/ir)
News Feed