Kamis, 06 Nov 2014 11:37 WIB

Doctor's Life

Foto-foto Hingga Main dengan Anak, Cara Asyik dr Meta Hilangkan Stres

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jakarta -

Setiap orang pasti memiliki permasalahan yang bisa menimbulkan stres. Hal itu pula yang dirasakan dr Meta Hanindita terutama ketika ada masalah pelik yang harus ia hadapi di rumah atau ketika praktik. Nah, untuk menghilangkan stres akibat masalah pribadi atau pekerjaan, berbagai trik pun dilakukan dokter dari RSUD Dr Soetomo ini.

"Untuk menghilangkan stres, saya suka menulis artikel, main sama anak saya, siaran, atau foto-foto. Cara seperti itu bisa meredakan stres saya mungkin karena memang saya suka banget menulis, membaca, siaran baik tv atau radio dan foto-foto," tutur dr Meta yang menjadi penyiar radio serta presenter di stasiun TV lokal ini.

Diibaratkan dr Meta, sama saja dengan orang yang hobi karaoke, salah satu penghilang stresnya adalah karaoke. Pada dasarnya, menurut ibu satu anak ini jika melakukan aktivitas yang disuka, rasanya bisa lupa dengan kejenuhan dan stres yang dialami. Ketika di RS saja misalnya, urusan seperti mendapat pasien yang yang sulit untuk ditangani atau bermasalah pastinya bisa membuat dr Meta stres.

Selain itu, stres juga bisa dirasakan wanita yang kini tengah mengambil pendidikan dokter anak di FK Unair/Dr Soetomo Surabaya tersebut ketika menjelang ujian. Lantas bagaimana dr Meta menghadapi stres yang ia alami khususnya ketika ada masalah dengan pasiennya?

"Cara menghadapinya gampang sih, mendengarkan musik sebentar sudah hilang kok stresnya. Kalau di rumah, saya biasa bermain sama anak saya untuk menghilangkan stres," ujar dr Meta saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (6/11/2014).

Menurut dr Meta, bermain dengan putrinya yang akrab disapa Naya bisa membuatnya merasakan kepuasan tersendiri. Selain bisa mengusir stres, dr Meta mengaku puas karena bisa menstimulasi tumbuh kembang Naya ditambah memperkuat bonding antara dirinya dan Naya yang kini sudah berusia 3 tahun.

Sejak kecil, wanita yang sudah menulis beberapa buku non fiksi ini memang sudah tertarik dengan dunia modeling, tulis-menulis, dan penyiaran.3. Sejak kecil, ia sering mengirim tulisan ke media cetak dan pernah beberapa kali juara lomba mengarang di tingkat sekolah. Untuk bidang penyiaran, dr Meta pernah terpilih jadi penyiar favorit se-Surabaya berdasarkan hasil polling salah satu media di Pulau Jawa.

"Kalau untuk foto-foto, saya pernah beberapa kali jadi finalis putri-putrian, terakhir jadi brand ambassador produk pembalut wanita. Asyik lho, benar-benar pengalaman beda. Syuting iklan, foto iklan, diinterview majalah, lalu pertama dan terakhir kalinya saya pernah syuting sitkom karena jadi brand ambassador produk pembalut itu, hahaha..." kisah dr Meta.

Meski menulis, menjadi penyiar, dan foto-foto menjadi kesenangan dr Meta, ia tetap membuat skala prioritas dan disiplin dengan prioritas yang sudah disusun. Tujuannya, agar kepentingan keluarga, pekerjaan, dan hobi pribadi dr Meta tidak terbengkalai.

"Misal saya menempatkan keluarga di nomor 1 lalu selanjutnya urursan RS, menulis, siaran, dan seterusnya. Seandainya di saat bersamaan ada urusan yang berkait dengan 2 bidang, ya tinggal lihat lagi skala prioritasnya. Pada prinsipnya, boleh dan bisa melakukan yang no 2 selama yang no 1 tidak terganggu, bisa melakukan yang no 3 asal yang no 1 dan 2 tidak terganggu, dan begitu seterusnya," papar dr Meta.

(rdn/up)