Kamis, 03 Des 2015 14:32 WIB

Doctor's Life

Eric Kasmara, Dokter Kandungan yang Pernah Ingin Jadi Pemain Film Kung Fu

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: Nurvita Indarini Foto: Nurvita Indarini
Jakarta - Anda yang menikmati era 90-an tentu tahu film serial Pendekar Rajawali. Film yang menyajikan banyak adegan kung fu ini pun membetot perhatian Eric Kasmara kecil. Dia pun berharap kelak saat dewasa bisa menjadi bintang film kung fu.

Eric gemar memerhatikan gerakan-gerakan kung fu dalam film yang ditontonnya. Karena tidak menemukan pelatih kung fu, Eric pun berpuas mengikuti latihan taekwondo. Namun ketika memasuki bangku sekolah menengah, Eric rupanya lebih suka mempelajari biologi.

Dia begitu penasaran pada mekanisme tubuh makhluk hidup. Karenanya, dia sangat antusias saat membedah tubuh kodok atau tikus kala pelajaran biologi. Dengan penuh perhatian, Eric lantas menggambar sistem dalam tubuh hewan-hewan tersebut.

"Kadang saya ikut ngajarin adik kelas kalau ada praktik biologi. Mungkin karena kangen pada kodok," ucap Eric sambil tertawa dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (3/12/2015).

Kecintaannya pada dunia biologi membuat Eric akhirnya memutuskan mengambil jurusan kedokteran saat kuliah. Padahal dulu saat kecil, dia kesal jika orang-orang mengatakan 'kalau besar jadi dokter ya seperti papanya.'

"Iya, papa saya memang dokter umum, tapi memangnya harus jadi dokter doang? Dulu waktu kecil ingin jadi pemain film kung fu. Lalu pernah ingin jadi pilot juga. Tapi karena saya suka banget biologi akhirnya memutuskan kuliah kedokteran," papar Eric.


Keluarga dr Eric (Foto: dok. keluarga)


Baca juga: drg Suzanty Ariany Punya Segudang Cara Agar Anak Tak Takut ke Dokter Gigi

Eric mengambil jurusan kedokteran umum di Universitas Indonesia pada tahun 1991. Pendidikan itu diselesaikannya pada 13 Agustus 1997.

Lalu kenapa memilih spesialisasi kandungan dan kebidanan? Menurut dr Eric, dunia kandungan dan kebidanan adalah sesuatu yang menarik dan dinamis. Dia ikut menjadi saksi teriakan kesakitan ibu-ibu berubah senyum ceria saat bayinya lahir. Membantu kelahiran manusia kecil ke dunia memberikan kebahagiaan tersendiri pada diri dr Eric.

Bahkan dr Eric sendiri yang membantu kelahiran anak-anaknya. Uniknya ketiga anaknya memiliki tanggal ulang tahun yang sama: 5 November. Padahal ketiganya lahir melalui kelahiran alami. Jayne, putri sulungnya lahir pada 5 November 2008. Sedangkan Jeremy, anak kedua, lahir pada 5 November 2009. Sementara si kecil James lahir 5 November 2012.


Ketiga anak dr Eric yang punya tanggal lahir sama. (Foto: dok. keluarga)


Adakah bedanya membantu persalinan istri sendiri dengan pasien lain? "Saya berusaha pilah emosi dan pekerjaan. Istri saya dan pasien lain juga sama wanita," kata dr Eric sambil tersenyum.

Konon mereka yang begitu mencintai pekerjaannya rasanya seperti tidak sedang bekerja. Mungkin ini yang dialami dr Eric. Dia mencintai profesinya, sehingga rela menghabiskan waktu berlama-lama di rumah sakit demi membantu para pasien.

Baca juga: dr Darma, Menjaga Idealisme Profesi Dokter dengan Berbisnis

Kendati demikian, di waktu luang, dr Eric masih sempat menyalurkan hasrat terpendamnya saat kecil: menjadi bintang film. Saat ini bukan menjadi pemeran film sih, melainkan jadi pemeran drama dalam berbagai event.


dr Eric pantomim di suatu acara (Foto: dok pribadi)


Bahkan dr Eric punya alat make up sendiri. Dia pernah merias dirinya sendiri saat pantomim di suatu acara. Untuk pantomim, dr Eric mengaku tidak pernah belajar. "Ini semua karena saya suka drama," imbuh pria berkacamata yag telah 8 tahun menjadi dokter kandungan dan kebidanan ini.

Selain itu, Eric juga pernah menekuni dunia ice skating atau seluncur es. Kecintaannya pada ice skating ini dimulai saat dia menjajal olahraga ini di salah satu mal di Jakarta. Kala itu dia tengah menunggu tugas sebagai dokter pegawai tidak tetap (PTT), sehingga ia pun memutuskan untuk kursus selama 3 tahun dan mencapai level freestyle 5.


Eric saat berlatih split jump (Foto: dok. pribadi)

Bahkan Eric pernah ikut kejuaraan Skate Asia di Malaysia tahun 2000, di Hong Kong tahun 2001 dan Bangkok tahun 2002. Kegemarannya ber-ice skating pun turut menginspirasi salah satu sesi foto pre wedding dengan sang calon istri saat itu, seorang guru piano bernama Jesika Selina, pada 2008 silam. "Sekarang kadang-kadang saja (ice skating). Karir saya di es terakhir 15 tahun lalu dan 20 kg lalu, saat berat badan saya masih lebih enteng 20 kg," kata Eric.


Eric dan Jesika saat foto pre wedding di atas es (Foto: dok pribadi)


Data:

Nama Lengkap: Eric Kasmara
Tempat tanggal Lahir: Tanjung Karang, Lampung, 19 Juli 1972
Pendidikan: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 1991-1997
Mengambil spesialisasi kandungan dan kebidanan di FKUI 2004-2007

(vit/up)