Direktur utama RS Persahabatan dr Mohammad Syahril, SpP, MPH mengatakan bahwa pelaksanaan JKN hingga hari kedua cukup lancar. Kalaupun ada pasien yang merasa kaget, itu karena masih baru saja. (Foto: Uyung / detikHealth)
Antrean pasien tampak di loket pelayanan, namun tidak terlihat ada kekacauan terkait penerapan sistem baru. Dikatakan oleh dr Syahril, setiap hari RS ini melayani 1.000 pasien. (Foto: Uyung / detikHealth)
BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Center, yang semula bernama Askes Center juga ramai dikunjungi pasien. Sejumlah petugas tampak sibuk melayani pasien. (Foto: Uyung / detikHealth)
Kepesertaan JKN dibagi menjadi 2 kelompok, yakni penerima Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang terdiri dari kalangan kurang mampu dan non PBI Jaminan Kesehatan. Ditargetkan, pada tahun 2019 semua warga negara Indonesia sudah menjadi peserta JKN. (Foto: Uyung / detikHealth)
Diakui oleh Wakil Menteri Kesehatan Prof Ali Gufron Mukti, JKN masih punya banyak kelemahan. Oleh karenanya, BPJS membuka diri untuk menampung berbagai keluhan dan masukan dari masyarakat, antara lain melalui mesin ini. (Foto: Uyung / detikHealth)