Potret Kutu Pengisap Darah yang Gigitannya Bisa Bikin Kamu Alergi Daging

Contoh foto jarak dekat kutu jantan dan betina dalam tahap dewasa, nimfa, dan larva. (Foto: Getty Images)
Kutu-kutu ini menyebabkan alergi daging karena gigitannya membuat sistem imun tubuh kita bereaksi terhadap molekul gula bernama alpha galactose (alpha-gal). (Foto: Getty Images)
Sementara molekul alpha-gal banyak ditemukan dalam daging merah dan produk bawaannya seperti susu atau gelatin. (Foto: Getty Images)
Meski bisa menyebabkan alergi daging, tidak semua orang yang digigit kutu-kutu ini akan bereaksi. (Foto: Getty Images)
Kalau sudah terkena alergi daging butuh waktu beberapa bulan hingga mungkin bertahun-tahun untuk bisa sembuh. (Foto: Getty Images)
Begini perbedaan besar kutu bila sudah penuh mengisap darah. (Foto: Getty Images)
Perbandingan di tangan kutu rusa, kutu anjing, dan kutu lone star dewasa. (Foto: Getty Images)
Contoh foto jarak dekat kutu jantan dan betina dalam tahap dewasa, nimfa, dan larva. (Foto: Getty Images)
Kutu-kutu ini menyebabkan alergi daging karena gigitannya membuat sistem imun tubuh kita bereaksi terhadap molekul gula bernama alpha galactose (alpha-gal). (Foto: Getty Images)
Sementara molekul alpha-gal banyak ditemukan dalam daging merah dan produk bawaannya seperti susu atau gelatin. (Foto: Getty Images)
Meski bisa menyebabkan alergi daging, tidak semua orang yang digigit kutu-kutu ini akan bereaksi. (Foto: Getty Images)
Kalau sudah terkena alergi daging butuh waktu beberapa bulan hingga mungkin bertahun-tahun untuk bisa sembuh. (Foto: Getty Images)
Begini perbedaan besar kutu bila sudah penuh mengisap darah. (Foto: Getty Images)
Perbandingan di tangan kutu rusa, kutu anjing, dan kutu lone star dewasa. (Foto: Getty Images)