Ini Dia Obat yang Selamatkan Pasien Corona di Inggris

Dalam ujicoba yang diumumkan hari Selasa (16/06/2020) disebutkan bahwa dexamethasone, yang banyak digunakan untuk mengatasi peradangan penyakit seperti arthritis, bisa mengurangi tingkat kematian pasien COVID-19 sampai sekitar 30 persen. Obat ini sudah banyak tersedia dan harganya pun murah.
Dengan hasil awal ini, para peneliti tersebut menyarankan agar obat ini segera digunakan untuk pasien yang paling parah terkena COVID-19.
Penemuan tersebut diumumkan lewat pernyataan kepada media, namun peneliti mengatakan mereka akan menerbitkan hasil penelitian sesegera mungkin.
Penelitian ini masih belum mendapatkan kajian dari peneliti lain atau biasa disebut sebagai 'peer review'.
Penelitian yang dimuat di jurnal kedokteran di Inggris The Lancet mengenai penggunaan obat malaria hydroxychloroquine untuk COVID-19 sekarang sudah ditarik.
Dr Hibbert mengatakan kalau sudah ada data yang dipublikasikan, dia bisa melakukan kajian untuk melihat pasien mana yang mendapat manfaat Dexamethasone dan dosis pengobatan mana yang efektif.
Dalam ujicoba itu, bagi pasien COVID-19 yang tidak memerlukan bantuan pernapasan, pengobatan menggunakan dexamethasone ternyata tidak memberikan manfaat.
Kementerian Kesehatan Inggris mengatakan bahwa obat ini sudah disetujui penggunaannya oleh Layanan Kesehatan Nasional (NHS). Inggris menerapkan pembatasan ekspor atas obat ini dan sebanyak 200 ribu obat sudah dicadangkan untuk digunakan.
Dalam ujicoba yang diumumkan hari Selasa (16/06/2020) disebutkan bahwa dexamethasone, yang banyak digunakan untuk mengatasi peradangan penyakit seperti arthritis, bisa mengurangi tingkat kematian pasien COVID-19 sampai sekitar 30 persen. Obat ini sudah banyak tersedia dan harganya pun murah.
Dengan hasil awal ini, para peneliti tersebut menyarankan agar obat ini segera digunakan untuk pasien yang paling parah terkena COVID-19.
Penemuan tersebut diumumkan lewat pernyataan kepada media, namun peneliti mengatakan mereka akan menerbitkan hasil penelitian sesegera mungkin.
Penelitian ini masih belum mendapatkan kajian dari peneliti lain atau biasa disebut sebagai peer review.
Penelitian yang dimuat di jurnal kedokteran di Inggris The Lancet mengenai penggunaan obat malaria hydroxychloroquine untuk COVID-19 sekarang sudah ditarik.
Dr Hibbert mengatakan kalau sudah ada data yang dipublikasikan, dia bisa melakukan kajian untuk melihat pasien mana yang mendapat manfaat Dexamethasone dan dosis pengobatan mana yang efektif.
Dalam ujicoba itu, bagi pasien COVID-19 yang tidak memerlukan bantuan pernapasan, pengobatan menggunakan dexamethasone ternyata tidak memberikan manfaat.
Kementerian Kesehatan Inggris mengatakan bahwa obat ini sudah disetujui penggunaannya oleh Layanan Kesehatan Nasional (NHS). Inggris menerapkan pembatasan ekspor atas obat ini dan sebanyak 200 ribu obat sudah dicadangkan untuk digunakan.