Kegigihan Tenaga Medis Berjibaku Lawan COVID-19 di Era New Normal

Seorang tenaga medis sedang melakukan tes swab kepada warga yang berada di kawasan Kramat, Senen, Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Era new normal bukan berarti pandemi COVID-19 telah berakhir. Upaya untuk mengatasi penyebaran virus Corona pun masih terus dilakukan oleh para tenaga medis dengan melakukan tes swab kepada masyarakat.

Pelaksanaan tes swab itu pun menjadi salah tindakan preventif dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Pasalnya, tes swab dilakukan untuk mendeteksi dini kemungkinan penyebaran COVID-19 di suatu wilayah.

Tes swab pun dilakukan di sejumlah titik permukiman yang padat dan rawan akan penyebaran virus Corona. Tak hanya untuk mendata kemungkinan bertambahnya kasus baru COVID-19, hasil dari tes swab juga membantu tenaga medis untuk melacak aktivitas ODP, PDP, maupun pasien positif COVID-19 sehingga dapat memutus rantai penyebaran virus Corona.

Dalam sehari, tenaga medis diketahui dapat melakukan tes swab hingga 200 warga. Meski begitu, jumlah itu tak melulu sama. Bila kuota belum memenuhi, para tenaga medis akan melakukan kegiatan jemput bola di permukiman warga.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, perlu diketahui sebanyak 242.274 warga Jakarta telah mengikuti swab test Covid-19 secara kumulatif memakai alat polymerase chain reaction (PCR) dari jumlah total 10 juta warga DKI Jakarta. WHO pun menyarankan untuk melakukan 1.000 test per 1 juta penduduk perminggu.  Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR.

Seperti diketahui, memasuki era new normal sejumlah persiapan pun harus dilakukan, tak hanya oleh pemerintah tetapi juga masyarakat, mulai dari menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana pencegahan COVID-19, melengkapi kebutuhan tenaga medis terkait dengan upaya menekan penyebaran kasus COVID-19, hingga kesadaran masyarakat untuk menerapkan hidup sehat, menjaga jarak, serta mengenakan masker maupun face shield atau pelindung wajah saat beraktivitas di luar rumah.

Ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang mencukupi pun menjadi penting bagi para perawat. Sebagai salah satu petugas yang berada di garis depan melawan COVID-19, sejumlah tindakan preventif maupun upaya penanganan pasien COVID-19 pun terus dilakukan oleh para tenaga medis.

Upaya tak kenal lelah para tenaga medis itu pun semata-mata dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Beragam risiko pun dihadapi para tenaga medis agar masyarakat dapat kembali merasa aman dan nyaman beraktivitas tanpa khawatir dibayangi virus Corona.

Meski begitu, perjuangan para tenaga medis tak dapat dilakukan sendiri, tanggung jawab untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 juga menjadi miliki masyarakat. Pentingnya kesadaran untuk menjaga kebersihan, menerapkan jaga jarak, dan menerapkan sejumlah protokol kesehatan lainnya tak hanya dapat meringankan tugas para tenaga medis tetapi juga dapat membuat pandemi COVID-19 dapat segera teratasi.

Seorang tenaga medis sedang melakukan tes swab kepada warga yang berada di kawasan Kramat, Senen, Jakarta, Kamis (25/6/2020).
Era new normal bukan berarti pandemi COVID-19 telah berakhir. Upaya untuk mengatasi penyebaran virus Corona pun masih terus dilakukan oleh para tenaga medis dengan melakukan tes swab kepada masyarakat.
Pelaksanaan tes swab itu pun menjadi salah tindakan preventif dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Pasalnya, tes swab dilakukan untuk mendeteksi dini kemungkinan penyebaran COVID-19 di suatu wilayah.
Tes swab pun dilakukan di sejumlah titik permukiman yang padat dan rawan akan penyebaran virus Corona. Tak hanya untuk mendata kemungkinan bertambahnya kasus baru COVID-19, hasil dari tes swab juga membantu tenaga medis untuk melacak aktivitas ODP, PDP, maupun pasien positif COVID-19 sehingga dapat memutus rantai penyebaran virus Corona.
Dalam sehari, tenaga medis diketahui dapat melakukan tes swab hingga 200 warga. Meski begitu, jumlah itu tak melulu sama. Bila kuota belum memenuhi, para tenaga medis akan melakukan kegiatan jemput bola di permukiman warga.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, perlu diketahui sebanyak 242.274 warga Jakarta telah mengikuti swab test Covid-19 secara kumulatif memakai alat polymerase chain reaction (PCR) dari jumlah total 10 juta warga DKI Jakarta. WHO pun menyarankan untuk melakukan 1.000 test per 1 juta penduduk perminggu.  Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR.
Seperti diketahui, memasuki era new normal sejumlah persiapan pun harus dilakukan, tak hanya oleh pemerintah tetapi juga masyarakat, mulai dari menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana pencegahan COVID-19, melengkapi kebutuhan tenaga medis terkait dengan upaya menekan penyebaran kasus COVID-19, hingga kesadaran masyarakat untuk menerapkan hidup sehat, menjaga jarak, serta mengenakan masker maupun face shield atau pelindung wajah saat beraktivitas di luar rumah.
Ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang mencukupi pun menjadi penting bagi para perawat. Sebagai salah satu petugas yang berada di garis depan melawan COVID-19, sejumlah tindakan preventif maupun upaya penanganan pasien COVID-19 pun terus dilakukan oleh para tenaga medis.
Upaya tak kenal lelah para tenaga medis itu pun semata-mata dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Beragam risiko pun dihadapi para tenaga medis agar masyarakat dapat kembali merasa aman dan nyaman beraktivitas tanpa khawatir dibayangi virus Corona.
Meski begitu, perjuangan para tenaga medis tak dapat dilakukan sendiri, tanggung jawab untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 juga menjadi miliki masyarakat. Pentingnya kesadaran untuk menjaga kebersihan, menerapkan jaga jarak, dan menerapkan sejumlah protokol kesehatan lainnya tak hanya dapat meringankan tugas para tenaga medis tetapi juga dapat membuat pandemi COVID-19 dapat segera teratasi.