Ini Risiko Pakai Masker di Dagu, Penasaran?

Di era new normal saat ini, menggunakan masker menjadi suatu kewajiban saat beraktivitas sehari-hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko penularan virus Corona. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya  

Namun, sayangnya masih banyak yang keliru saat menggunakan masker. Contohnya, kebiasaan menurunkan masker ke dagu karena merasa pengap. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko tertular virus Corona. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja  

Anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, mengatakan bahwa penggunaan masker yang benar bisa mengurangi risiko tertular virus Corona hingga lebih dari 50 persen. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha  

Sementara itu, dokter spesialis anestesiologi dan dosen di Yale School of Medicine, Shan Soe-Lin, mengatakan seseorang butuh waktu untuk membiasakan diri dalam menggunakan masker. Tetapi, ini tidak menjadi alasan untuk menurunkan masker ke dagu, karena risiko terpapar virus Corona akan semakin besar. Ari Saputra/Detikcom  

Peneliti nanoteknologi dari Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Eng Muhamad Nasir, menuturkan bahwa masker yang diturunkan ke dagu ketika dikenakan akan memudahkan virus untuk masuk melalui hidung dan mulut. Rifkianto Nugroho/Detikcom  

Lalu masker yang diturunkan ke dagu akan mengenai bagian leher yang sudah terpapar bakteri atau bahkan virus. Jadi ketika masker kembali digunakan ke mulut dan hidung, kemungkinan tubuh untuk terkontaminasi virus akan lebih besar. Rifkianto Nugroho/Detikcom  

Di era new normal saat ini, menggunakan masker menjadi suatu kewajiban saat beraktivitas sehari-hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah risiko penularan virus Corona. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya  
Namun, sayangnya masih banyak yang keliru saat menggunakan masker. Contohnya, kebiasaan menurunkan masker ke dagu karena merasa pengap. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko tertular virus Corona. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja  
Anggota tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, mengatakan bahwa penggunaan masker yang benar bisa mengurangi risiko tertular virus Corona hingga lebih dari 50 persen. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha  
Sementara itu, dokter spesialis anestesiologi dan dosen di Yale School of Medicine, Shan Soe-Lin, mengatakan seseorang butuh waktu untuk membiasakan diri dalam menggunakan masker. Tetapi, ini tidak menjadi alasan untuk menurunkan masker ke dagu, karena risiko terpapar virus Corona akan semakin besar. Ari Saputra/Detikcom  
Peneliti nanoteknologi dari Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Eng Muhamad Nasir, menuturkan bahwa masker yang diturunkan ke dagu ketika dikenakan akan memudahkan virus untuk masuk melalui hidung dan mulut. Rifkianto Nugroho/Detikcom  
Lalu masker yang diturunkan ke dagu akan mengenai bagian leher yang sudah terpapar bakteri atau bahkan virus. Jadi ketika masker kembali digunakan ke mulut dan hidung, kemungkinan tubuh untuk terkontaminasi virus akan lebih besar. Rifkianto Nugroho/Detikcom