Cegah Kanker Serviks, Siswa SD Disuntik Vaksin HPV

Sejumlah siswi kelas 5 dan 6 disuntikkan vaksin HPV (human papillomavirus) di SDN Pondok Bambu 5, Rabu (26/8/2020).

Vaksin HPV ini guna mencegah terinveksi virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Para siswi menerapkan protokol kesehatan COVID-19 selama proses pemberian vaksin.

Mereka menggunakan masker dan memakai pelindung wajah serta menjaga jarak antrean.

Sejumlah anak juga didampingi orang tuanya.

Pemberian vaksi ini merupakan bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu di bulan Agustus dan November.

Kanker serviks atau kanker mulut rahim sendiri bukanlah sebuah penyakit keturunan, melainkan terjadi akibat infeksi dari Human Papillomavirus (HPV). Virus ini dapat menginfeksi sel epitel kulit dan selaput lendir, seperti pada alat kelamin dan mulut.

Menurut rekomendasi dari WHO, usia 9-13 tahun adalah jangka usia yang paling baik untuk diberikan vaksin HPV.

Sejumlah siswi kelas 5 dan 6 disuntikkan vaksin HPV (human papillomavirus) di SDN Pondok Bambu 5, Rabu (26/8/2020).
Vaksin HPV ini guna mencegah terinveksi virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks.
Para siswi menerapkan protokol kesehatan COVID-19 selama proses pemberian vaksin.
Mereka menggunakan masker dan memakai pelindung wajah serta menjaga jarak antrean.
Sejumlah anak juga didampingi orang tuanya.
Pemberian vaksi ini merupakan bagian dari Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu di bulan Agustus dan November.
Kanker serviks atau kanker mulut rahim sendiri bukanlah sebuah penyakit keturunan, melainkan terjadi akibat infeksi dari Human Papillomavirus (HPV). Virus ini dapat menginfeksi sel epitel kulit dan selaput lendir, seperti pada alat kelamin dan mulut.
Menurut rekomendasi dari WHO, usia 9-13 tahun adalah jangka usia yang paling baik untuk diberikan vaksin HPV.