Ini Alasan RI 'Di-lockdown' Sejumlah Negara Dunia

Larangan berkunjung ke negara Malaysia disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob. Peraturan tersebut berlaku mulai Senin (7/9/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat  

Negara lainnya yang menerapkan larangan serupa, diantaranya ialah Hungaria, Uni Emirat Arab (UEA), dan Afrika Selatan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  

Duta Besar Indonesia untuk Hungaria, Abdurachman Hudiono Dimas Wahab, mengatakan larangan tersebut sempat dilonggarkan pada Agustus 2020 dengan syarat pendatang melakukan dua kali tes PCR. Namun, mulai September 2020, larangan tersebut kembali diperketat. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja  

Terbaru, kabar dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk tidak berkunjung ke Indonesia. Ulet Ifansasti/Getty Images  

Peringatan tersebut berada dalam travel advisory yang menyebut Indonesia mendapat Travel Advisory Level 4, yang artinya tidak boleh sama sekali dikunjungi warga Amerika Serikat. AP Photo/Achmad Ibrahim  

dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menjelaskan alasan mengapa akhirnya banyak negara yang melarang warga negara mereka mengunjungi Indonesia. Salah satunya dilihat dari grafik kasus Corona, belum menunjukkan penurunan jumlah kasus sama sekali. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas  

Selain itu, Pane menyoroti pengendalian wabah Corona di Indonesia tidak sesuai standar dan sama sekali tidak memenuhi kaidah-kaidah standar dalam epidemiologi. AP Photo/Dita Alangkara  

Alih-alih menangani kasus Corona sesuai standar, Pane menilai Indonesia terlalu sibuk membandingkan dengan negara lain. Bahkan ia menyoroti kasus Amerika Serikat kini sudah mengalami penurunan. Ulet Ifansasti/Getty Images  

Senada dengan Pane, Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc mengatakan, larangan masuk dari beberapa negara adalah hal yang wajar. Angka kasus Corona di Indonesia masih terbilang sangat tinggi. Rifkianto Nugroho/detikcom  

Tidak hanya karena tingginya jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia, sebagian negara mulai meragukan kemampuan Pemerintah Indonesia mengatasi pandemi Corona. Pradita Utama/detikcom  

Larangan berkunjung ke negara Malaysia disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob. Peraturan tersebut berlaku mulai Senin (7/9/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat  
Negara lainnya yang menerapkan larangan serupa, diantaranya ialah Hungaria, Uni Emirat Arab (UEA), dan Afrika Selatan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  
Duta Besar Indonesia untuk Hungaria, Abdurachman Hudiono Dimas Wahab, mengatakan larangan tersebut sempat dilonggarkan pada Agustus 2020 dengan syarat pendatang melakukan dua kali tes PCR. Namun, mulai September 2020, larangan tersebut kembali diperketat. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja  
Terbaru, kabar dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk tidak berkunjung ke Indonesia. Ulet Ifansasti/Getty Images  
Peringatan tersebut berada dalam travel advisory yang menyebut Indonesia mendapat Travel Advisory Level 4, yang artinya tidak boleh sama sekali dikunjungi warga Amerika Serikat. AP Photo/Achmad Ibrahim  
dr Masdalina Pane dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) menjelaskan alasan mengapa akhirnya banyak negara yang melarang warga negara mereka mengunjungi Indonesia. Salah satunya dilihat dari grafik kasus Corona, belum menunjukkan penurunan jumlah kasus sama sekali. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas  
Selain itu, Pane menyoroti pengendalian wabah Corona di Indonesia tidak sesuai standar dan sama sekali tidak memenuhi kaidah-kaidah standar dalam epidemiologi. AP Photo/Dita Alangkara  
Alih-alih menangani kasus Corona sesuai standar, Pane menilai Indonesia terlalu sibuk membandingkan dengan negara lain. Bahkan ia menyoroti kasus Amerika Serikat kini sudah mengalami penurunan. Ulet Ifansasti/Getty Images  
Senada dengan Pane, Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono, MSc mengatakan, larangan masuk dari beberapa negara adalah hal yang wajar. Angka kasus Corona di Indonesia masih terbilang sangat tinggi. Rifkianto Nugroho/detikcom  
Tidak hanya karena tingginya jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia, sebagian negara mulai meragukan kemampuan Pemerintah Indonesia mengatasi pandemi Corona. Pradita Utama/detikcom