RSD Wisma Atlet Catat Rekor 1.000 Pasien Per Hari

Petugas gabungan memeriksa berkas tim medis saat membawa pasien COVID-19 OTG di kawasan RS Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (17/9).
Koordinator Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengungkapkan ketersediaan obat-obatan di RSD Wisma Atlet masih cukup aman untuk beberapa hari mendatang.
Hal itu menyusul adanya catatan rekor kedatangan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.066 per hari ini.
Sampai saat ini belum ada keluhan mengenai kekurangan obat-obatan maupun alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di rumah sakit dadakan tersebut.
Kendati demikian, jika nantinya ketersediaan obat-obatan dan APD dirasa mulai berkurang, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Rajawali Nusantara Indoneia (Persero) dan PT Bio Farma (Persero).
Dengan penambahan ini membuat rumah sakit dadakan tersebut mencatat rekor penerimaan pasien terkonfirmasi positif COVID-19.
Secara kumulatif, penambahan 1.066 pasien ini membuat RSD Wisma Atlet kini merawat 2.757 pasien terkonfirmasi positif COVID-19.
Dengan demikian, pasien yang menjalani rawat inap di RSD Wisma Atlet seluruhnya adalah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang terdiri dari 1.334 pria dan 1.423 wanita.
Tak hanya RSD Wisma Atlet, Aris juga menyampaikan perkembangan jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Total pasien yang dirawat di RSKI Pulau Galang sebanyak 275 orang.
Meski begitu, pemerintah menegaskan menanggung biaya perawatan isolasi pasien positif Corona yang diisolasi di tempat milik pemerintah, seperti di Wisma Atlet. Pemerintah menyebut saat ini di Wisma Atlet masih ada 2 ribu lebih bed kosong.
Ketersediaan rumah sakit untuk menampung pasien Corona di Indonesia masih aman terkendali.
Jika lonjakan kasus terjadi pun, sejumlah rumah sakit lainnya bisa disiapkan untuk menjadi rumah sakit darurat.
Rata-rata hunian rumah sakit menangani pasien COVID di Indonesia masih dalam batas aman.
Petugas gabungan memeriksa berkas tim medis saat membawa pasien COVID-19 OTG di kawasan RS Darurat Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (17/9).
Koordinator Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Wisma Atlet, Mayjen TNI Tugas Ratmono mengungkapkan ketersediaan obat-obatan di RSD Wisma Atlet masih cukup aman untuk beberapa hari mendatang.
Hal itu menyusul adanya catatan rekor kedatangan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.066 per hari ini.
Sampai saat ini belum ada keluhan mengenai kekurangan obat-obatan maupun alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di rumah sakit dadakan tersebut.
Kendati demikian, jika nantinya ketersediaan obat-obatan dan APD dirasa mulai berkurang, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Rajawali Nusantara Indoneia (Persero) dan PT Bio Farma (Persero).
Dengan penambahan ini membuat rumah sakit dadakan tersebut mencatat rekor penerimaan pasien terkonfirmasi positif COVID-19.
Secara kumulatif, penambahan 1.066 pasien ini membuat RSD Wisma Atlet kini merawat 2.757 pasien terkonfirmasi positif COVID-19.
Dengan demikian, pasien yang menjalani rawat inap di RSD Wisma Atlet seluruhnya adalah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang terdiri dari 1.334 pria dan 1.423 wanita.
Tak hanya RSD Wisma Atlet, Aris juga menyampaikan perkembangan jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Total pasien yang dirawat di RSKI Pulau Galang sebanyak 275 orang.
Meski begitu, pemerintah menegaskan menanggung biaya perawatan isolasi pasien positif Corona yang diisolasi di tempat milik pemerintah, seperti di Wisma Atlet. Pemerintah menyebut saat ini di Wisma Atlet masih ada 2 ribu lebih bed kosong.
Ketersediaan rumah sakit untuk menampung pasien Corona di Indonesia masih aman terkendali.
Jika lonjakan kasus terjadi pun, sejumlah rumah sakit lainnya bisa disiapkan untuk menjadi rumah sakit darurat.
Rata-rata hunian rumah sakit menangani pasien COVID di Indonesia masih dalam batas aman.