Banjir Landa RI, Bisa Memperparah Penularan COVID-19?
SARS-CoV-2, nama lain dari virus Corona, menular lewat droplet (cairan dari hidung dan mulut) lewat bersin, batuk, hingga ludah. Saat banjir datang, tempat hidup warga terendam air. ANTARA FOTO/Jojon
Situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada penyakit yang menular lewat air (water-borne disease), misalnya penyakit tifus, kolera, leptospirosis, dan hepatitis A. Getty Images
Ada pula penyakit yang menular lewat vektor, yakni dibawa oleh hewan tertentu. Penyakit vector-borne disease ini antara lain demam berdarah, penyakit kuning, dan virus West Nile. Hewan-hewan pembawa penyakit (misalnya nyamuk) bisa saja berkembang biak lebih banyak bila kondisinya memungkinkan, gara-gara banjir atau hal lainnya. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Dalam kondisi banjir, saluran-saluran got tergenang air, sungai-sungai meluap, bahkan jamban juga ikut terendam. Air banjir bisa saja mengandung urine hingga tinja banyak warga, sangat mungkin pula mengandung droplet berupa ludah atau ingus sembarang orang. ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Virolog (ahli virus), Sebastian Wurtzer, dari perusahaan air minum Eau de Paris menjelaskan, ada konsentrasi virus Corona di air limbah. Dia melakukan riset soal kandungan virus Corona di air limbah saat wabah COVID-19 merebak. Dia hendak menyelisik potensi kandungan virus di air limbah untuk memprediksi pandemi COVID-19 gelombang kedua. ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Studi serupa dijalankan oleh kelompok ilmuwan dari Belanda dan Amerika Serikat, Bertsch. Mereka meneliti saluran pembuangan yang menampung limbah 600 ribu orang di Australia, pada Maret dan April 2020. ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Mereka menemukan, virus Corona banyak ditemukan di limbah itu. Saat puncak wabah, virus Corona semakin banyak ditemukan di limbah itu. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Namun tenang saja, WHO dalam panduan sementara, 'Air, Sanitasi, Kebersihan, dan Tata Air untuk SARS-CoV-2' tertanggal 29 Juli 2020, menjelaskan virus Corona tidak menular lewat air. Paling tidak, risiko penularannya kecil. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Virus Corona memang ada di air, namun virus itu tidak mampu menular ke manusia. WHO mendasarkan pada penelitian virus Corona di saluran air minum. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Bahkan, di kolam renang yang mengandung tinja, virus Corona juga ada. Namun virus itu tidak cukup kuat untuk menginfeksi manusia. Terlebih, bila kolam renang itu mengandung klorin, virus Corona bisa mati. ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Sama halnya dengan air got, air kolam renang bercampur tinja, atau sumber air minum, air banjir juga bisa saja mengandung Corona. Namun virus itu tidak cukup kuat untuk menginfeksi orang. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia alumni Universitas Padjadjaran, Dicky Budiman, menjelaskan, masyarakat tak perlu ketakutan soal air banjir yang mengandung virus Corona. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Namun masyarakat harus tetap menerapkan penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan sabun. Protokol kesehatan pencegahan COVID-19 harus senantiasa dijaga. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi