Ini Deretan Negara yang Dilanda Varian Baru Virus Corona

Sekelompok peneliti Inggris merilis hasil penelitian terbaru mereka pada Rabu (23/12/2020) mengenai varian baru virus Corona yang teridentifikasi di Inggris. Melansir New York Times, Rabu (23/12/2020), hasil penelitian itu menegaskan bahwa varian baru VUI-202012/01 memiliki kemampuan penularan lebih tinggi, sehingga tindakan pengendalian perlu diberlakukan. Darryl Dyck/The Canadian Press via AP  

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (European Centre for Disease Prevention and Control/ECDC) mengatakan beberapa kasus dengan varian baru telah terdeteksi di Islandia, Denmark dan Belanda. AP Photo/Ben Curtis  

Sebelumnya dikabarkan Spanyol, Swedia dan Swiss juga kedapatan mutasi baru virus ini. AP Photo/Emilio Morenatti  

Australia juga dikonfirmasi memiliki mutasi baru dari virus Corona, yang telah terdeteksi menyebar cepat. Dua pelancong dari Inggris ke negara bagian New South Wales di Australia dikatakan ditemukan membawa varian mutasi tersebut. Kedua individu tersebut kini dikarantina. AP Photo/Emilio Morenatti  

Selama akhir pekan, larangan perjalanan juga diberlakukan di Afrika Selatan, karena diyakini bahwa varian Inggris juga ditemukan di sana. Tetapi pejabat kesehatan dan ilmuwan Afrika Selatan yang memimpin strategi virus negara itu, varian baru yang dikenal sebagai 501.V2, berbeda dari yang ada di Inggris. AP Photo/Themba Hadebe  

Varian baru virus Corona juga telah menginfeksi sejumlah negara Asia, seperti Singapura. Pasien dengan varian baru datang ke Singapura dari Inggris pada 6 Desember, telah dikarantina pada saat kedatangan dan dinyatakan positif pada 8 Desember. Semua kontak dekatnya telah ditempatkan di karantina, dan dinyatakan negatif pada akhir masa karantina mereka. AP Photo/Yong Teck Lim  

Malaysia juga ikut melaporkan kasus varian baru Corona pada Rabu (23/12/2020). Jenis baru COVID-19 ini dideteksi dari 60 sampel pasien Corona di Sabah. Menurut Direktur jenderal Kementerian Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah, varian baru Corona yang ditemukan adalah A701B. Mirip dengan mutasi virus Corona di Afrika Selatan. Rahman Roslan/Getty Images  

Menteri Kesehatan Jepang, Norihisa Tamura, mengumumkan temuan kasus varian baru Corona dari Inggris di negaranya pada Jumat malam (25/12/2020). Kasus varian baru Corona tersebut ditemukan pada 5 orang. Kyodo News via AP  

Selanjutnya, ada Lebanon yang juga telah mengonfirmasi kasus varian baru Corona dari Inggris di Negaranya. Kasus ini terdeteksi dalam penerbangan yang tiba dari London, Inggris.  

Jordania pada Minggu (27/12/2020) juga mengkorfirmasi adanya dua kasus varian baru virus Corona. Menteri Kesehatan, Nazir Obeidat, varian baru ini terdeteksi pada seorang pria dan istrinya yang datang dari Inggris. Jeff J Mitchell - Pool /Getty Images  

Kabar terbaru datang dari Korea Selatan pada Senin (28/12/2020) yang telah mengonfirmasi kasus pertama barian baru virus Corona. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menerangkan, jenis baru virus Corona ini terdeteksi dalam sampel dari tiga orang yang datang dari Inggris. Kim Sun-woong/Newsis via AP  

Sekelompok peneliti Inggris merilis hasil penelitian terbaru mereka pada Rabu (23/12/2020) mengenai varian baru virus Corona yang teridentifikasi di Inggris. Melansir New York Times, Rabu (23/12/2020), hasil penelitian itu menegaskan bahwa varian baru VUI-202012/01 memiliki kemampuan penularan lebih tinggi, sehingga tindakan pengendalian perlu diberlakukan. Darryl Dyck/The Canadian Press via AP  
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (European Centre for Disease Prevention and Control/ECDC) mengatakan beberapa kasus dengan varian baru telah terdeteksi di Islandia, Denmark dan Belanda. AP Photo/Ben Curtis  
Sebelumnya dikabarkan Spanyol, Swedia dan Swiss juga kedapatan mutasi baru virus ini. AP Photo/Emilio Morenatti  
Australia juga dikonfirmasi memiliki mutasi baru dari virus Corona, yang telah terdeteksi menyebar cepat. Dua pelancong dari Inggris ke negara bagian New South Wales di Australia dikatakan ditemukan membawa varian mutasi tersebut. Kedua individu tersebut kini dikarantina. AP Photo/Emilio Morenatti  
Selama akhir pekan, larangan perjalanan juga diberlakukan di Afrika Selatan, karena diyakini bahwa varian Inggris juga ditemukan di sana. Tetapi pejabat kesehatan dan ilmuwan Afrika Selatan yang memimpin strategi virus negara itu, varian baru yang dikenal sebagai 501.V2, berbeda dari yang ada di Inggris. AP Photo/Themba Hadebe  
Varian baru virus Corona juga telah menginfeksi sejumlah negara Asia, seperti Singapura. Pasien dengan varian baru datang ke Singapura dari Inggris pada 6 Desember, telah dikarantina pada saat kedatangan dan dinyatakan positif pada 8 Desember. Semua kontak dekatnya telah ditempatkan di karantina, dan dinyatakan negatif pada akhir masa karantina mereka. AP Photo/Yong Teck Lim  
Malaysia juga ikut melaporkan kasus varian baru Corona pada Rabu (23/12/2020). Jenis baru COVID-19 ini dideteksi dari 60 sampel pasien Corona di Sabah. Menurut Direktur jenderal Kementerian Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah, varian baru Corona yang ditemukan adalah A701B. Mirip dengan mutasi virus Corona di Afrika Selatan. Rahman Roslan/Getty Images  
Menteri Kesehatan Jepang, Norihisa Tamura, mengumumkan temuan kasus varian baru Corona dari Inggris di negaranya pada Jumat malam (25/12/2020). Kasus varian baru Corona tersebut ditemukan pada 5 orang. Kyodo News via AP  
Selanjutnya, ada Lebanon yang juga telah mengonfirmasi kasus varian baru Corona dari Inggris di Negaranya. Kasus ini terdeteksi dalam penerbangan yang tiba dari London, Inggris.  
Jordania pada Minggu (27/12/2020) juga mengkorfirmasi adanya dua kasus varian baru virus Corona. Menteri Kesehatan, Nazir Obeidat, varian baru ini terdeteksi pada seorang pria dan istrinya yang datang dari Inggris. Jeff J Mitchell - Pool /Getty Images  
Kabar terbaru datang dari Korea Selatan pada Senin (28/12/2020) yang telah mengonfirmasi kasus pertama barian baru virus Corona. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menerangkan, jenis baru virus Corona ini terdeteksi dalam sampel dari tiga orang yang datang dari Inggris. Kim Sun-woong/Newsis via AP