Distribusi Obat COVID-19 Gratis Terus Dikebut, Begini Cara Dapatnya

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan TNI untuk mendistribusikan paket obat-obatan tersebut kepada masyarakat di wilayah Jawa dan Bali. Presiden meminta TNI memastikan obat-obatan tersebut sampai kepada tangan masyarakat yang membutuhkan. ANTARA FOTO/Reno Esnir  

Cara untuk mendapatkannya, pertama masyarakat harus melakukan tes PCR atau Antigen di salah satu dari 742 laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Daftar laboratorium itu dapat diakses di websitet Kemenkes. Apabila hasil dari tes yang dilakukan menunjukkan hasil positif atau reaktif, maka pihak laboratorium akan melaporkannya ke database Kemenkes (NAR). ANTARA FOTO/Reno Esnir  

Lalu masyarakat yang dinyatakan positif mengidap COVID-19 akan menerima pesan WhatsApp dari akun terverifikasi dari Kemenkes RI yang bertanda centang hijau. ANTARA FOTO/Reno Esnir  

Selanjutnya, pasien bisa melakukan konsultasi secara daring atau online di salah satu dari 11 platform yang masing-masing link-nya telah disampaikan melalui pesan WhatsApp. Di sana, dokter yang bertugas akan memberikan resep secara digital disesuaikan dengan kondisi yang dilaporkan oleh pasien. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi  

Terakhir, pasien akan mendapat SMS pemberitahuan dari pihak perusahaan ekspedisi yang akan mengantar paket obat dan vitamin ke rumah. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi  

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan TNI untuk mendistribusikan paket obat-obatan tersebut kepada masyarakat di wilayah Jawa dan Bali. Presiden meminta TNI memastikan obat-obatan tersebut sampai kepada tangan masyarakat yang membutuhkan. ANTARA FOTO/Reno Esnir  
Cara untuk mendapatkannya, pertama masyarakat harus melakukan tes PCR atau Antigen di salah satu dari 742 laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Daftar laboratorium itu dapat diakses di websitet Kemenkes. Apabila hasil dari tes yang dilakukan menunjukkan hasil positif atau reaktif, maka pihak laboratorium akan melaporkannya ke database Kemenkes (NAR). ANTARA FOTO/Reno Esnir  
Lalu masyarakat yang dinyatakan positif mengidap COVID-19 akan menerima pesan WhatsApp dari akun terverifikasi dari Kemenkes RI yang bertanda centang hijau. ANTARA FOTO/Reno Esnir  
Selanjutnya, pasien bisa melakukan konsultasi secara daring atau online di salah satu dari 11 platform yang masing-masing link-nya telah disampaikan melalui pesan WhatsApp. Di sana, dokter yang bertugas akan memberikan resep secara digital disesuaikan dengan kondisi yang dilaporkan oleh pasien. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi  
Terakhir, pasien akan mendapat SMS pemberitahuan dari pihak perusahaan ekspedisi yang akan mengantar paket obat dan vitamin ke rumah. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi