Ramai Seruan Vaksinasi Gegara Corona AS Melonjak

Kematian karena COVID-19 dan tingkat rawat inap meningkat secara nasional, dengan sebagian besar kematian baru dan kasus serius tercatat di antara yang tidak divaksinasi. AP Photo/John Locher  

Diberitakan kantor berita AFP, Jumat (23/7), ini terjadi di tengah perpecahan politik atas respons pandemi dan maraknya hoax ataupun disinformasi yang membuat jutaan warga AS divaksin. AP Photo/John Locher  

Selama berbulan-bulan kaum konservatif yang curiga terhadap pemerintah dan bersikeras mempertahankan kebebasan pribadi telah mengadakan protes anti-vaksinasi. AP Photo/Mary Altaffer  

Kamis (22/7) waktu setempat, anggota DPR nomor dua dari Partai Republik Steve Scalise bergabung dengan GOP Doctors Caucus, kelompok 18 anggota parlemen Partai Republik menyerukan warga AS mendapatkan vaksin. AP Photo/Mary Altaffer  

Anggota GOP Doctors Caucus, Marinnette Miller-Meeks telah muncul dalam pengumuman layanan masyarakat yang mendesak orang-orang untuk divaksinasi. AP Photo/Mary Altaffer  

Keengganan warga AS untuk divaksin sering didasarkan pada anggapan bahwa vaksin Corona hanya diberi lampu hijau untuk penggunaan darurat dan bukan otorisasi penuh, atau klaim tak berdasar bahwa vaksin menyertakan microchip untuk melacak warga. AP Photo/Mary Altaffer  

Bahkan beberapa gubernur Republik - termasuk beberapa yang telah menentang upaya anti-pandemi federal - mendesak penduduk untuk divaksinasi. AP Photo/Mary Altaffer  

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan kasus penularan COVID-19 di negaranya didominasi oleh virus Corona varian Delta atau B1617.2. AP/Damian Dovarganes  

Berdasarkan data terbaru dari Israel, vaksin COVID-19 buatan Pfizer dapat efektif memberikan perlindungan terhadap varian Delta sebesar 64 persen. Kemudian vaksin ini 93 persen efektif dalam mencegah penyakit parah dan rawat inap. AP/Charles Sykes  

Studi lain menunjukkan vaksin Moderna dan Johnson & Johnson juga efektif dalam melawan varian Delta. AP/Charles Sykes  

Kematian karena COVID-19 dan tingkat rawat inap meningkat secara nasional, dengan sebagian besar kematian baru dan kasus serius tercatat di antara yang tidak divaksinasi. AP Photo/John Locher  
Diberitakan kantor berita AFP, Jumat (23/7), ini terjadi di tengah perpecahan politik atas respons pandemi dan maraknya hoax ataupun disinformasi yang membuat jutaan warga AS divaksin. AP Photo/John Locher  
Selama berbulan-bulan kaum konservatif yang curiga terhadap pemerintah dan bersikeras mempertahankan kebebasan pribadi telah mengadakan protes anti-vaksinasi. AP Photo/Mary Altaffer  
Kamis (22/7) waktu setempat, anggota DPR nomor dua dari Partai Republik Steve Scalise bergabung dengan GOP Doctors Caucus, kelompok 18 anggota parlemen Partai Republik menyerukan warga AS mendapatkan vaksin. AP Photo/Mary Altaffer  
Anggota GOP Doctors Caucus, Marinnette Miller-Meeks telah muncul dalam pengumuman layanan masyarakat yang mendesak orang-orang untuk divaksinasi. AP Photo/Mary Altaffer  
Keengganan warga AS untuk divaksin sering didasarkan pada anggapan bahwa vaksin Corona hanya diberi lampu hijau untuk penggunaan darurat dan bukan otorisasi penuh, atau klaim tak berdasar bahwa vaksin menyertakan microchip untuk melacak warga. AP Photo/Mary Altaffer  
Bahkan beberapa gubernur Republik - termasuk beberapa yang telah menentang upaya anti-pandemi federal - mendesak penduduk untuk divaksinasi. AP Photo/Mary Altaffer  
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengatakan kasus penularan COVID-19 di negaranya didominasi oleh virus Corona varian Delta atau B1617.2. AP/Damian Dovarganes  
Berdasarkan data terbaru dari Israel, vaksin COVID-19 buatan Pfizer dapat efektif memberikan perlindungan terhadap varian Delta sebesar 64 persen. Kemudian vaksin ini 93 persen efektif dalam mencegah penyakit parah dan rawat inap. AP/Charles Sykes  
Studi lain menunjukkan vaksin Moderna dan Johnson & Johnson juga efektif dalam melawan varian Delta. AP/Charles Sykes