Potret Nakes di Rumania-Ukraina Tak Kenal Lelah Rawat Pasien Corona

Seorang tenaga kesehatan tengah memeriksa pasien COVID-19 di ruang ICU salah satu rumah sakit yang ada di kawasan Rivne, Ukraina, Jumat (22/10/2021). AP Photo/Evgeniy Maloletka.
Seperti diketahui, virus Corona kembali membayangi sejumlah negara di Eropa. AP Photo/Andreea Alexandru.
Melansir AP, Di Rivne, salah satu satu kota di Ukraina, rumah sakit dibanjiri dengan pasien COVID-19 di tengah ancaman varian baru virus Corona yang masih melanda berbagai negara dunia, tak kecuali negara-negara di Eropa. AP Photo/Evgeniy Maloletka.
Para tenaga kesehatan di sejumlah rumah sakit Rumania pun tampak berjibaku dan tak kenal lelah merawat para pasien COVID-19. AP Photo/Vadim Ghirda.
 
Diketahui, peningkatan kasus Corona di Eropa ini mulai terlihat sejak awal Oktober 2021. Salah satu negara yang melaporkan lonjakan kasus tinggi adalah Rusia. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus COVID-19 di Eropa meningkat selama 3 minggu terakhir. WHO menyerukan agar semua negara di Eropa berhati-hati meski aktivitas kerja, perjalanan dan rekreasi kembali normal. AP Photo/Vadim Ghirda.
Dilansir dari CNBC.com, Kamis (21/10/2021), Eropa adalah satu-satunya wilayah di antara enam wilayah negara anggota WHO di mana kasus COVID-19 meningkat. Hal itu disampaikan oleh para peneliti dalam pembaruan epidemiologi WHO yang diterbitkan Selasa (19/10) waktu setempat. AP Photo/Andreea Alexandru.
 
Ada lebih dari 1,3 juta kasus infeksi virus Corona yang dilaporkan di seluruh Eropa selama sepekan yang berakhir Minggu (17/10). Jumlah itu melonjak 7% dari tujuh hari sebelumnya. AP Photo/Evgeniy Maloletka.
 
Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program darurat kesehatan WHO mengatakan COVID-19 sudah mulai membebani sistem perawatan kesehatan di beberapa negara. Ketersediaan tempat tidur perawatan intensif mulai terbatas. Ryan menyalahkan lonjakan kasus itu, setidaknya sebagian, dipicu pelonggaran pembatasan COVID-19. AP Photo/Evgeniy Maloletka.
Ryan mengatakan kondisi musim di kawasan Eropa yang tengah memasuki musim dingin dikhawatirkan dapat memicu melonjaknya kasus COVID-19 di Eropa. Pelonggaran pembatasan di sejumlah negara pun dikhawatirkan dapat memicu meningkatnya angka kasus COVID-19 yang nantinya akan berdampak pada jumlah tempat tidur ICU yang tersedia menurun. AP Photo/Evgeniy Maloletka.
 
Selain varian delta yang sangat menular, para peneliti juga memantau evolusi strain yang bisa lebih berbahaya. Varian itu dikenal sebagai delta plus. Para ahli di Inggris melihat mutasi virus Corona ini pada semakin banyak pasien COVID. AP Photo/Evgeniy Maloletka.
Seorang tenaga kesehatan tengah memeriksa pasien COVID-19 di ruang ICU salah satu rumah sakit yang ada di kawasan Rivne, Ukraina, Jumat (22/10/2021). AP Photo/Evgeniy Maloletka.
Seperti diketahui, virus Corona kembali membayangi sejumlah negara di Eropa. AP Photo/Andreea Alexandru.
Melansir AP, Di Rivne, salah satu satu kota di Ukraina, rumah sakit dibanjiri dengan pasien COVID-19 di tengah ancaman varian baru virus Corona yang masih melanda berbagai negara dunia, tak kecuali negara-negara di Eropa. AP Photo/Evgeniy Maloletka.
Para tenaga kesehatan di sejumlah rumah sakit Rumania pun tampak berjibaku dan tak kenal lelah merawat para pasien COVID-19. AP Photo/Vadim Ghirda. 
Diketahui, peningkatan kasus Corona di Eropa ini mulai terlihat sejak awal Oktober 2021. Salah satu negara yang melaporkan lonjakan kasus tinggi adalah Rusia. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kasus COVID-19 di Eropa meningkat selama 3 minggu terakhir. WHO menyerukan agar semua negara di Eropa berhati-hati meski aktivitas kerja, perjalanan dan rekreasi kembali normal. AP Photo/Vadim Ghirda.
Dilansir dari CNBC.com, Kamis (21/10/2021), Eropa adalah satu-satunya wilayah di antara enam wilayah negara anggota WHO di mana kasus COVID-19 meningkat. Hal itu disampaikan oleh para peneliti dalam pembaruan epidemiologi WHO yang diterbitkan Selasa (19/10) waktu setempat. AP Photo/Andreea Alexandru. 
Ada lebih dari 1,3 juta kasus infeksi virus Corona yang dilaporkan di seluruh Eropa selama sepekan yang berakhir Minggu (17/10). Jumlah itu melonjak 7% dari tujuh hari sebelumnya. AP Photo/Evgeniy Maloletka. 
Dr. Mike Ryan, direktur eksekutif program darurat kesehatan WHO mengatakan COVID-19 sudah mulai membebani sistem perawatan kesehatan di beberapa negara. Ketersediaan tempat tidur perawatan intensif mulai terbatas. Ryan menyalahkan lonjakan kasus itu, setidaknya sebagian, dipicu pelonggaran pembatasan COVID-19. AP Photo/Evgeniy Maloletka.
Ryan mengatakan kondisi musim di kawasan Eropa yang tengah memasuki musim dingin dikhawatirkan dapat memicu melonjaknya kasus COVID-19 di Eropa. Pelonggaran pembatasan di sejumlah negara pun dikhawatirkan dapat memicu meningkatnya angka kasus COVID-19 yang nantinya akan berdampak pada jumlah tempat tidur ICU yang tersedia menurun. AP Photo/Evgeniy Maloletka. 
Selain varian delta yang sangat menular, para peneliti juga memantau evolusi strain yang bisa lebih berbahaya. Varian itu dikenal sebagai delta plus. Para ahli di Inggris melihat mutasi virus Corona ini pada semakin banyak pasien COVID. AP Photo/Evgeniy Maloletka.