Keramaian Mal Usai Jakarta Disebut 50 Kota Terbaik Hadapi Corona

Sejumlah pengunjung menikmati area bermain Amazone di kawasan Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Sabtu (6/11). Sebelumnya, berdasarkan penilaian badan analisa asal London, Deep Knowledge Analytics, DKI Jakarta menjadi salah satu kota terbaik dalam penanganan COVID-19 di dunia, Rabu (10/11/2021).

Deep Knowledge Analytics (DKA) meneliti 114 variabel di lima kategori respons pandemi yakni ketahanan ekonomi, pemerintahan, perawatan kesehatan, karantina, dan vaksinasi.

Secara total, DKA menganalisis 8.200 data, naik dari 1.250 dalam laporan kota pertamanya yang diterbitkan pada bulan Maret 2021, yang menyentuh topik mulai dari masa karantina dan paket dukungan ekonomi hingga perlawanan sipil di antara penduduk.

Perlu diketahui hampir dua tahun pandemi COVID-19 melanda dunia. Hal ini membuat negara-negara yang ada di dunia terus berusaha agar bisa mengelola pandemi ini menjadi semakin membaik.

Namun, nyatanya memahami bagaimana kota-kota di seluruh dunia berjuang melawan COVID-19 jauh lebih rumit daripada membandingkan tingkat infeksi dan aturan masker antar negara.

Beberapa kategori yang dijadikan penilaian adalah ketahanan ekonomi, efisiensi pemerintah, manajemen kesehatan, efisiensi karantina, dan tingkat vaksinasi. Kategori tersebut lantas diterapkan ke 72 kota dan kotamadya dari seluruh dunia. Hanya 50 kota dengan skor tertinggi yang disebut dalam laporan ini.

Pada ranking secara keseluruhan, Jakarta berada di urutan ke 47 dari 50 negara dengan skor 51.43. Di bawah Jakarta adalah Ankara, Bucharest, dan Lisbon.

Namun, Jakarta tercatat masih jauh tertinggal dari Singapura yang menempati urutan kedua dengan skor 71.69.

Pada kategori Ketahanan Ekonomi, Jakarta berada di urutan ke 38 dengan skor 11.05, mengalahkan beberapa kota besar seperti Paris di urutan 39, Shanghai di urutan 40, Beijing di nomor 42, dan Kuala Lumpur di nomor 44.

Jakarta kemudian menempati urutan ke 45 pada kategeri Efisiensi Pemerintah dengan skor 10.61, berada tepat di atas Moskow dan Shanghai. 

Meski demikian, Jakarta tertinggal jauh dari Kuala Lumpur yang memperoleh skor 13.43 di urutan ke 19.

DKA berharap lapiran mengenai peringkat beberapa kota dalam merespon pandemi COVID-19 ini bisa memberijan wawasan mengenai kepemimpinan, ekonomi, kesehatan, dan membantu kota-kota dan negara bagian di dunia dalam menentukan kesiapan mereka.

Sejumlah pengunjung menikmati area bermain Amazone di kawasan Mal Artha Gading, Jakarta Utara, Sabtu (6/11). Sebelumnya, berdasarkan penilaian badan analisa asal London, Deep Knowledge Analytics, DKI Jakarta menjadi salah satu kota terbaik dalam penanganan COVID-19 di dunia, Rabu (10/11/2021).
Deep Knowledge Analytics (DKA) meneliti 114 variabel di lima kategori respons pandemi yakni ketahanan ekonomi, pemerintahan, perawatan kesehatan, karantina, dan vaksinasi.
Secara total, DKA menganalisis 8.200 data, naik dari 1.250 dalam laporan kota pertamanya yang diterbitkan pada bulan Maret 2021, yang menyentuh topik mulai dari masa karantina dan paket dukungan ekonomi hingga perlawanan sipil di antara penduduk.
Perlu diketahui hampir dua tahun pandemi COVID-19 melanda dunia. Hal ini membuat negara-negara yang ada di dunia terus berusaha agar bisa mengelola pandemi ini menjadi semakin membaik.
Namun, nyatanya memahami bagaimana kota-kota di seluruh dunia berjuang melawan COVID-19 jauh lebih rumit daripada membandingkan tingkat infeksi dan aturan masker antar negara.
Beberapa kategori yang dijadikan penilaian adalah ketahanan ekonomi, efisiensi pemerintah, manajemen kesehatan, efisiensi karantina, dan tingkat vaksinasi. Kategori tersebut lantas diterapkan ke 72 kota dan kotamadya dari seluruh dunia. Hanya 50 kota dengan skor tertinggi yang disebut dalam laporan ini.
Pada ranking secara keseluruhan, Jakarta berada di urutan ke 47 dari 50 negara dengan skor 51.43. Di bawah Jakarta adalah Ankara, Bucharest, dan Lisbon.
Namun, Jakarta tercatat masih jauh tertinggal dari Singapura yang menempati urutan kedua dengan skor 71.69.
Pada kategori Ketahanan Ekonomi, Jakarta berada di urutan ke 38 dengan skor 11.05, mengalahkan beberapa kota besar seperti Paris di urutan 39, Shanghai di urutan 40, Beijing di nomor 42, dan Kuala Lumpur di nomor 44.
Jakarta kemudian menempati urutan ke 45 pada kategeri Efisiensi Pemerintah dengan skor 10.61, berada tepat di atas Moskow dan Shanghai. 
Meski demikian, Jakarta tertinggal jauh dari Kuala Lumpur yang memperoleh skor 13.43 di urutan ke 19.
DKA berharap lapiran mengenai peringkat beberapa kota dalam merespon pandemi COVID-19 ini bisa memberijan wawasan mengenai kepemimpinan, ekonomi, kesehatan, dan membantu kota-kota dan negara bagian di dunia dalam menentukan kesiapan mereka.