Tok! MK Tolak Legalisasi Ganja untuk Medis

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi UU Narkotika terhadap UUD 1945 terkait penggunaan ganja medis untuk kesehatan.

Mahkamah Konstitusi menyampaikan pihaknya tidak bisa membenarkan keinginan para pemohon, salah satunya yakni Ibu Santi, terkait penggunaan Narkotika Golongan I untuk pelayanan kesehatan atau terapi. Dengan alasan, golongan narkotika tersebut berpotensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

MK menilai dirinya tidak berwenang mengadili materi yang dimohonkan karena hal itu bagian dari kebijakan terbuka DPR dan pemerintah. Yaitu untuk mengkaji apakah benar ganja memang bisa digunakan untuk medis.

MK berpendirian agar segera dilakukan penelitian terhadap jenis narkotika golongan I untuk manfaat pelayanan kesehatan atau terapi.

Gugatan terhadap legalisasi ganja sendiri diajukan oleh Dwi Pertiwi, Santi Warastuti, Nafiah Murhayanti dkk. Gugatan itu bernomor 106/PUU-XVIII/2020.

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak uji materi UU Narkotika terhadap UUD 1945 terkait penggunaan ganja medis untuk kesehatan.
Mahkamah Konstitusi menyampaikan pihaknya tidak bisa membenarkan keinginan para pemohon, salah satunya yakni Ibu Santi, terkait penggunaan Narkotika Golongan I untuk pelayanan kesehatan atau terapi. Dengan alasan, golongan narkotika tersebut berpotensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.
MK menilai dirinya tidak berwenang mengadili materi yang dimohonkan karena hal itu bagian dari kebijakan terbuka DPR dan pemerintah. Yaitu untuk mengkaji apakah benar ganja memang bisa digunakan untuk medis.
MK berpendirian agar segera dilakukan penelitian terhadap jenis narkotika golongan I untuk manfaat pelayanan kesehatan atau terapi.
Gugatan terhadap legalisasi ganja sendiri diajukan oleh Dwi Pertiwi, Santi Warastuti, Nafiah Murhayanti dkk. Gugatan itu bernomor 106/PUU-XVIII/2020.