Waspada Varian XBB dan BQ.1 Biang Kerok COVID-19 Meroket di RI

ADVERTISEMENT

Foto Health

Waspada Varian XBB dan BQ.1 Biang Kerok COVID-19 Meroket di RI

Grandyos Zafna - detikHealth
Jumat, 18 Nov 2022 07:05 WIB

Jakarta - Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.

Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
Sejumlah masyarakat tengah beraktifitas dikawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2022).
Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril  menyebutkan bahwa variant COVID-19 XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
Hal ini lantaran transmisi atau kemampuan menular kedua varian tersebut relatif cepat.
Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
Syahril menyebut, Varian XBB dan BQ.1 mulai mendominasi, saat ini 25 persen kasus konfirmasi didominasi varian baru. Mungkin nanti akan (mendominasi kasus harian) semuanya, seperti halnya dulu BA.4 dan BA.5.
Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
Sebelumnya, Mohammad Syahril menyampaikan di kesempatan berbeda, hingga Kamis (10/11/2022) Indonesia mencatat total 48 pasien COVID-19 dengan subvarian Omicron XBB.
Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
Dikutip dari laman Prevention, William Schaffner, M.D., seorang spesialis penyakit menular dan profesor di Vanderbilt University School of Medicine mengatakan tidak ada yang khas dari gejala BQ.1 dengan varian yang lain.
Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
Gejala yang mungkin terjadi dari BQ.1 diantaranya, demam, batuk, sesak napas, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, mual hingga diare.
Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru RS Persahabatan dr Erlina Burhan, SpP(K) menyebut gejala pada pasien COVID-19 dengan subvarian Omicron XBB mirip dengan varian Corona lainnya.
Waspada Varian XBB dan BQ.1 Biang Kerok COVID-19 Meroket di RI
Waspada Varian XBB dan BQ.1 Biang Kerok COVID-19 Meroket di RI
Waspada Varian XBB dan BQ.1 Biang Kerok COVID-19 Meroket di RI
Waspada Varian XBB dan BQ.1 Biang Kerok COVID-19 Meroket di RI
Waspada Varian XBB dan BQ.1 Biang Kerok COVID-19 Meroket di RI
Waspada Varian XBB dan BQ.1 Biang Kerok COVID-19 Meroket di RI
Waspada Varian XBB dan BQ.1 Biang Kerok COVID-19 Meroket di RI
Waspada Varian XBB dan BQ.1 Biang Kerok COVID-19 Meroket di RI

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT