Potret Warga China Pakai 'Facekini' Imbas Suhu Panas Ugal-ugalan

Facekini mendadak menjadi sebuah tren yang ramai dilakukan oleh warga China. Facekini merupakan sebuah masker penutup wajah penuh yang dibuat menggunakan kain tahan UV. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Facekini mirip dengan balaclava dengan lubang yang ada untuk mulut dan mata. Bahan yang digunakan untuk membuat facekini umumnya menggunakan kain sintetis ringan seperti poliester. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Penggunaan facekini ramai digunakan oleh warga China karena suhu panas yang melanda negara dalam beberapa waktu terakhir. Tak hanya facekini, warga China juga kerap membawa kipas portabel untuk melawan panas 'ugal-ugalan di China'. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Salah seorang penjual facekini bernama Wang mengatakan bahwa penjualannya beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan. "Dibandingkan dengan sebelum pandemi dua atau tiga tahun lalu ini, tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," kata Wang dikutip dari The Guardian, Senin (24/7/2023). Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Banyak masyarakat di wilayah Asia Timur menginginkan warna kulit yang putih cerah. Tak hanya itu, cuaca panas yang melanda juga dikhawatirkan dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
"Perhatian utama yang saya miliki adalah potensi penyakit kulit, atau timbulnya sunspot pada kulit," ucap seorang siswa 17 tahun Li Xuyan yang sedang berwisata ke Beijing. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Facekini sebenarnya bukan barang yang baru di China dan sudah populer terutama di daerah Qingdao yang terkenal dengan pantainya. Namun karena kondisi panas yang menyengat beberapa waktu terakhir, analisis memperkirakan bahwa aksesoris ini akan lebih umum digunakan. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Facekini mendadak menjadi sebuah tren yang ramai dilakukan oleh warga China. Facekini merupakan sebuah masker penutup wajah penuh yang dibuat menggunakan kain tahan UV. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Facekini mirip dengan balaclava dengan lubang yang ada untuk mulut dan mata. Bahan yang digunakan untuk membuat facekini umumnya menggunakan kain sintetis ringan seperti poliester. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Penggunaan facekini ramai digunakan oleh warga China karena suhu panas yang melanda negara dalam beberapa waktu terakhir. Tak hanya facekini, warga China juga kerap membawa kipas portabel untuk melawan panas ugal-ugalan di China. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Salah seorang penjual facekini bernama Wang mengatakan bahwa penjualannya beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan. Dibandingkan dengan sebelum pandemi dua atau tiga tahun lalu ini, tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, kata Wang dikutip dari The Guardian, Senin (24/7/2023). Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Banyak masyarakat di wilayah Asia Timur menginginkan warna kulit yang putih cerah. Tak hanya itu, cuaca panas yang melanda juga dikhawatirkan dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Perhatian utama yang saya miliki adalah potensi penyakit kulit, atau timbulnya sunspot pada kulit, ucap seorang siswa 17 tahun Li Xuyan yang sedang berwisata ke Beijing. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)
Facekini sebenarnya bukan barang yang baru di China dan sudah populer terutama di daerah Qingdao yang terkenal dengan pantainya. Namun karena kondisi panas yang menyengat beberapa waktu terakhir, analisis memperkirakan bahwa aksesoris ini akan lebih umum digunakan. Foto: (Kevin Frayer/Getty Images)