Gajah Jinak Dirawat Intensif di Aceh Tengah Pascabencana

Foto Health

Gajah Jinak Dirawat Intensif di Aceh Tengah Pascabencana

Rengga Sancaya - detikHealth
Senin, 23 Feb 2026 13:00 WIB

Aceh - Pascabencana hidrometeorologi di hulu DAS Peusangan, tiga gajah jinak di CRU DAS Peusangan dirawat intensif akibat sulitnya akses air dan pakan.

Seorang penjaga (mahout) memberi makan gajah jinak menuju sungai kecil di CRU (Conservation Respons Unit) Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan di Desa Negeri Antara, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (22/2/2026). Sebanyak tiga ekor gajah jinak di CRU tersebut kesulitan mengakses Sungai Peusangan yang menjadi lokasi utama untuk minum dan mandi akibat curamnya akses ke sungai setelah terjadi longsoran tanah dan pelebaran aliran sungai termasuk hilangnya beberapa lokasi untuk mendapatkan sumber makanan pascabencana hidrometeorologi di daerah itu. Pascabencana hidrometeorologi di hulu DAS Peusangan, tiga gajah jinak di CRU DAS Peusangan dirawat intensif akibat sulitnya akses air dan pakan. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Seorang penjaga (mahout) menuntun gajah jinak menuju sungai kecil di CRU (Conservation Respons Unit) Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan di Desa Negeri Antara, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Seorang penjaga (mahout) memberi makan gajah jinak menuju sungai kecil di CRU (Conservation Respons Unit) Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan di Desa Negeri Antara, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (22/2/2026). Sebanyak tiga ekor gajah jinak di CRU tersebut kesulitan mengakses Sungai Peusangan yang menjadi lokasi utama untuk minum dan mandi akibat curamnya akses ke sungai setelah terjadi longsoran tanah dan pelebaran aliran sungai termasuk hilangnya beberapa lokasi untuk mendapatkan sumber makanan pascabencana hidrometeorologi di daerah itu. Pascabencana hidrometeorologi di hulu DAS Peusangan, tiga gajah jinak di CRU DAS Peusangan dirawat intensif akibat sulitnya akses air dan pakan. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Longsoran tanah dan perubahan kontur sungai membuat gajah-gajah tersebut kesulitan mengakses Sungai Peusangan yang selama ini menjadi sumber utama untuk minum dan mandi. Kondisi medan yang curam serta hilangnya beberapa titik pakan alami memaksa para penjaga gajah (mahout) meningkatkan pengawasan dan perawatan harian. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Seorang penjaga (mahout) memberi makan gajah jinak menuju sungai kecil di CRU (Conservation Respons Unit) Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan di Desa Negeri Antara, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (22/2/2026). Sebanyak tiga ekor gajah jinak di CRU tersebut kesulitan mengakses Sungai Peusangan yang menjadi lokasi utama untuk minum dan mandi akibat curamnya akses ke sungai setelah terjadi longsoran tanah dan pelebaran aliran sungai termasuk hilangnya beberapa lokasi untuk mendapatkan sumber makanan pascabencana hidrometeorologi di daerah itu. Pascabencana hidrometeorologi di hulu DAS Peusangan, tiga gajah jinak di CRU DAS Peusangan dirawat intensif akibat sulitnya akses air dan pakan. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Perawatan dilakukan secara rutin oleh mahout dengan pendampingan petugas konservasi. Selain memastikan kebutuhan pakan dan air tercukupi, petugas juga memantau kondisi fisik gajah untuk mengantisipasi stres dan gangguan kesehatan akibat perubahan lingkungan pascabencana. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Seorang penjaga (mahout) memberi makan gajah jinak menuju sungai kecil di CRU (Conservation Respons Unit) Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan di Desa Negeri Antara, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (22/2/2026). Sebanyak tiga ekor gajah jinak di CRU tersebut kesulitan mengakses Sungai Peusangan yang menjadi lokasi utama untuk minum dan mandi akibat curamnya akses ke sungai setelah terjadi longsoran tanah dan pelebaran aliran sungai termasuk hilangnya beberapa lokasi untuk mendapatkan sumber makanan pascabencana hidrometeorologi di daerah itu. Pascabencana hidrometeorologi di hulu DAS Peusangan, tiga gajah jinak di CRU DAS Peusangan dirawat intensif akibat sulitnya akses air dan pakan. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Keberadaan gajah jinak di kawasan konservasi ini dinilai penting dalam upaya mitigasi konflik satwa dan pelestarian gajah Sumatra. Oleh karena itu, pemulihan akses sungai dan habitat menjadi perhatian agar perawatan gajah dapat kembali berjalan normal seiring membaiknya kondisi alam di wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Arnas Padda

Gajah Jinak Dirawat Intensif di Aceh Tengah Pascabencana
Gajah Jinak Dirawat Intensif di Aceh Tengah Pascabencana
Gajah Jinak Dirawat Intensif di Aceh Tengah Pascabencana
Gajah Jinak Dirawat Intensif di Aceh Tengah Pascabencana
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads