Jakarta - Melalui kampanye nutrisi anak, orang tua diajak memahami cara memberi makan yang tepat demi mendukung tumbuh kembang si kecil.
Foto Health
Kampanye 'Pejuang Berat Badan Anak' Dorong Orang Tua Perhatikan Nutrisi Si Kecil
Para pembicara memaparkan pendapatnya dalam Talkshow Show Inspiratif, Pejuang Berat Badan Anak: Nutrisi Tepat, Tumbuh Hebat’ di Jakarta. Tampak (kiri-kanan) host Tifanny Raytama, HN Marketing and Strategy Director Sarihusada Angelia Susanto, aktris dan influencer Cut Meyriska, Dokter Spesialis Anak dr. Ian Suryadi Suteja.
Dokter Spesialis Anak dr. Ian Suryadi Suteja saat memaparkan pendapatnya dalam Talkshow Show Inspiratif, Pejuang Berat Badan Anak: Nutrisi Tepat, Tumbuh Hebat’ di Jakarta.
Menurut dokter spesialis anak dr Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, SpA salah satu faktor yang membuat tumbuh kembang anak bisa optimal adalah orang tua harus memastikan bahwa si kecil mendapatkan nutrisi yang cukup.
dr Ian menekankan, orang tua harus memahami betul sinyal 'kenyang lapar' dari anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mengedukasi para orang tua dengan yang namanya responsive feeding.
Menurut dr Ian, konsultasi ini memegang peran yang krusial karena semakin usia anak bertambah, jumlah makanan juga makin banyak. "Dan paling penting lagi adalah komposisi yang tepat, adalah anak harus makan karbohidrat, protein hewani yang wajib. Protein hewani berupa daging-dagingan, atau telur, atau susu," katanya.
"Ada sayur, ok. Ada buah, ok. Harus tambah susu juga sesuai dengan jumlahnya. Dari IDAI juga menyarankan protein hewani juga begitu penting untuk mengatasi stunting," lanjutnya.
CEO PT. Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada), Joris Bernard mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen kuat untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak-anak Indonesia, khususnya dalam upaya mengatasi masalah gangguan pertumbuhan seperti kondisi berat badan kurang. "Oleh karena itu, Sarihusada memiliki gerakan bernama 'Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS)' yang pada 2025 lalu telah memecahkan dua Rekor MURI. Untuk Rekor MURI pertama yang dicatat adalah 'Skrining Stunting secara Daring kepada Peserta Terbanyak (1.155.524 Peserta).' Sedangkan Rekor MURI kedua adalah 'Penyuluhan dan Skrining Stunting secara Luring kepada Peserta Terbanyak (10.195 Peserta)'," kata Bernard.
Healthcare Nutrition Director Sarihusada Vera Saw (kiri) dan CEO Sarihusada Joris Bernand (tengah) menunjukkan sertifikat MURI usai menerima langsung dari Wadirut MURI Osmar Semesta Susilo (kanan) sebagai skrining dan penyuluhan dengan peserta terbanyak, di Jakarta.











































