Jawa Timur - Pemprov Jawa Timur mengoptimalkan imunisasi kejar campak (CUC) untuk menekan penularan dan meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Foto Health
Tekan Penularan, Jatim Optimalkan Cakupan Imunisasi Kejar Campak
Kegiatan imunisasi digencarkan hingga tingkat pelayanan dasar, salah satunya melalui posyandu. Di Bunurejo, Kota Malang, Senin (6/4/2026), petugas Puskesmas terlihat menyuntikkan vaksin measles rubella (MR) kepada balita sebagai bagian dari upaya perlindungan dini terhadap penyakit campak dan rubella. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Upaya ini dilakukan seiring tren penurunan kasus suspek campak dalam beberapa bulan terakhir. Optimalisasi imunisasi kejar ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity), terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Pemerintah daerah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat agar cakupan imunisasi dapat tercapai secara maksimal. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto
Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus suspek campak di Jawa Timur menunjukkan tren penurunan. Pada Januari 2026 tercatat sebanyak 599 kasus, kemudian menurun menjadi 376 kasus pada Februari, dan kembali turun menjadi 186 kasus pada Maret. Pemprov Jawa Timur mengoptimalkan imunisasi kejar campak (CUC) untuk menekan penularan dan meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto











































