Tekan Penularan, Jatim Optimalkan Cakupan Imunisasi Kejar Campak

Foto Health

Tekan Penularan, Jatim Optimalkan Cakupan Imunisasi Kejar Campak

Rengga Sancaya - detikHealth
Senin, 06 Apr 2026 14:55 WIB

Jawa Timur - Pemprov Jawa Timur mengoptimalkan imunisasi kejar campak (CUC) untuk menekan penularan dan meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

Seorang petugas Puskesmas menyiapkan vaksin measles rubella (MR) sebelum disuntikkan pada balita dalam kegiatan posyandu di Bunurejo, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan optimalisasi cakupan imunisasi kejar campak (Catch Up Campaign/CUC) sebagai langkah pencegahan penularan, seiring tren penurunan kasus suspek campak di provinsi tersebut yang pada Januari 2026 tercatat 599 kasus, 376 kasus pada Februari, dan 186 kasus pada Maret. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Kegiatan imunisasi digencarkan hingga tingkat pelayanan dasar, salah satunya melalui posyandu. Di Bunurejo, Kota Malang, Senin (6/4/2026), petugas Puskesmas terlihat menyuntikkan vaksin measles rubella (MR) kepada balita sebagai bagian dari upaya perlindungan dini terhadap penyakit campak dan rubella. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Seorang petugas Puskesmas menyiapkan vaksin measles rubella (MR) sebelum disuntikkan pada balita dalam kegiatan posyandu di Bunurejo, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan optimalisasi cakupan imunisasi kejar campak (Catch Up Campaign/CUC) sebagai langkah pencegahan penularan, seiring tren penurunan kasus suspek campak di provinsi tersebut yang pada Januari 2026 tercatat 599 kasus, 376 kasus pada Februari, dan 186 kasus pada Maret. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Upaya ini dilakukan seiring tren penurunan kasus suspek campak dalam beberapa bulan terakhir. Optimalisasi imunisasi kejar ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity), terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Pemerintah daerah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat agar cakupan imunisasi dapat tercapai secara maksimal. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Seorang petugas Puskesmas menyiapkan vaksin measles rubella (MR) sebelum disuntikkan pada balita dalam kegiatan posyandu di Bunurejo, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (6/4/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan optimalisasi cakupan imunisasi kejar campak (Catch Up Campaign/CUC) sebagai langkah pencegahan penularan, seiring tren penurunan kasus suspek campak di provinsi tersebut yang pada Januari 2026 tercatat 599 kasus, 376 kasus pada Februari, dan 186 kasus pada Maret. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus suspek campak di Jawa Timur menunjukkan tren penurunan. Pada Januari 2026 tercatat sebanyak 599 kasus, kemudian menurun menjadi 376 kasus pada Februari, dan kembali turun menjadi 186 kasus pada Maret. Pemprov Jawa Timur mengoptimalkan imunisasi kejar campak (CUC) untuk menekan penularan dan meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Tekan Penularan, Jatim Optimalkan Cakupan Imunisasi Kejar Campak
Tekan Penularan, Jatim Optimalkan Cakupan Imunisasi Kejar Campak
Tekan Penularan, Jatim Optimalkan Cakupan Imunisasi Kejar Campak
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads