Jakarta - Hantavirus mewabah di sebuah kapal pesiar MV Hondius dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Wabah ini bikin geger dunia.
Picture Story
Bingkai Sepekan: Heboh Wabah Hantavirus Mematikan di Kapal Pesiar
Pemandangan dari drone kapal pesiar MV Hondius, yang membawa penumpang yang diduga terinfeksi hantavirus, meninggalkan Praia, Tanjung Verde, pada 6 Mei 2026. Setidaknya 3 penumpang kapal pesiar mewah MV Hondius meninggal diduga akibat paparan Hantavirus. Lalu, satu orang warga negara Inggris sedang berjuang di ruang intensif. REUTERS/Stringer
Sebuah perahu di samping kapal pesiar MV Hondius, yang terkena Hantavirus, berlabuh di lepas pelabuhan Cape Verde, pada hari penumpang yang sakit dievakuasi dengan perahu dari kapal pesiar tersebut, di Pelabuhan Praia, Cape Verde. Diberitakan BBC, kapal yang dioperasikan oleh perusahaan Oceanwide Expeditions tersebut saat ini berada di lepas pantai Tanjung Verde dengan membawa 149 orang di atas kapal. Atas kejadian ini, World Health Organization (WHO) terus memantau situasi 'medis serius' ini. Reuters TV
Seorang anggota tim medis menaiki kapal dari perahu medis, setelah wabah hantavirus mematikan di atas kapal pesiar MV Hondius, di laut. WHO mengungkap laporan kronologi virus Hanta yang kini menyebabkan lebih dari 100 penumpang terjebak di kapal pesiar mewah, MV Hondius, Oceanwide Expeditions. Kasem Ibn Hattuta via REUTERS
Sebuah perahu medis berlayar, setelah wabah hantavirus mematikan di atas kapal pesiar MV Hondius, di tengah laut. Pada 2 Mei 2026, WHO menerima laporan kematian penumpang dengan gejala penyakit pernapasan berat, tiga orang tewas. Kapal tersebut membawa 147 penumpang dan awak. Kasem Ibn Hattuta via REUTERS
Operasi evakuasi pasien yang diduga terinfeksi hantavirus, menyusul wabah di kapal pesiar MV Hondius, di Praia, Tanjung Verde. Hingga 4 Mei, teridentifikasi tujuh kasus, dua kasus virus Hanta terkonfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek, termasuk tiga kematian, satu pasien dalam kondisi kritis, serta tiga orang dengan gejala ringan. Tedros Adhanom Ghebreyesus via X/HO via REUTERS
Petugas kesehatan dengan pakaian pelindung berdiri di samping ambulans udara pada hari pasien hantavirus tiba di Bandara Schiphol dekat Amsterdam, Belanda. Gejala mulai muncul antara 6 hingga 28 April 2026, ditandai dengan demam, gangguan pencernaan, yang kemudian berkembang cepat menjadi pneumonia, sindrom gangguan pernapasan akut, hingga syok. REUTERS/Nicolas Economou
Ambulans diparkir di dekat pesawat yang membawa pasien hantavirus saat tiba di Bandara Schiphol. Infeksi virus Hanta pada manusia umumnya terjadi akibat kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Penyakit ini ditegaskan WHO jarang terjadi, tetapi bisa berakibat fatal. Meski jarang, penularan antar manusia pernah dilaporkan pada wabah sebelumnya yang melibatkan virus Andes. REUTERS/Nicolas Economou
Seseorang yang mengenakan pakaian pelindung berdiri di samping ambulans selama operasi evakuasi pasien yang diduga terinfeksi hantavirus, menyusul wabah di kapal pesiar MV Hondius, di Praia, Tanjung Verde. Tim medis internasional dari WHO dan National Institute for Public Health (RIVM) Belanda tengah bekerja keras mengungkap dari mana virus ini berasal. Hantavirus biasanya menyebar melalui partikel kotoran atau urine tikus yang terbang di udara. REUTERS/Danilson Sequeira
Operasi evakuasi pasien yang diduga terinfeksi hantavirus, menyusul wabah di kapal pesiar MV Hondius, di Praia, Tanjung Verde. Mengingat kapal MV Hondius memulai perjalanannya dari Argentina, Amerika Selatan, para ahli mencurigai dua kemungkinan besar. Diberitakan Reuters, saat ini seluruh penumpang diinstruksikan untuk tetap berada di dalam kabin masing-masing. Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan meskipun penularan virus Hanta dari manusia ke manusia tergolong sangat jarang. Tedros Adhanom Ghebreyesus via X/HO via REUTERS
Sebuah ambulans melaju keluar dari Rumah Sakit Militer Gomez Ulla di Madrid, tempat 14 penumpang Spanyol dari MV Hondius, kapal pesiar mewah yang terkena wabah hantavirus mematikan, akan dikarantina minggu depan. Daniel Bausch, seorang profesor dari Geneva Graduate Institute, menyebutkan adanya kemungkinan varian "Virus Andes" yang ditemukan di Argentina dan Chile, yang merupakan satu-satunya spesies virus Hanta yang diketahui bisa menular antarmanusia. REUTERS/Isabel Infantes











































