Jakarta - Siswa berkebutuhan khusus menerima menu MBG yang dirancang sesuai karakter dan kebutuhan gizi. Guru turut mendampingi agar proses makan berlangsung nyaman.
Foto Health
Penyusunan Menu MBG Disesuaikan untuk Murid Berkebutuhan Khusus
Berbeda dengan menu pada umumnya, penyusunan makanan bagi murid berkebutuhan khusus dilakukan secara lebih selektif. Mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, hingga penggunaan bumbu diperhatikan secara cermat agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Hal tersebut dilakukan karena sebagian anak berkebutuhan khusus memiliki sensitivitas atau kecenderungan memilih makanan (selective eating). Mereka umumnya hanya mau mengonsumsi makanan dengan tekstur, rasa, aroma, atau tampilan tertentu sehingga menu perlu disesuaikan agar tetap memenuhi kebutuhan gizi tanpa mengurangi minat makan.
Proses penyusunan menu juga mempertimbangkan keseimbangan gizi yang terdiri dari sumber karbohidrat, protein hewani maupun nabati, sayuran, buah, serta susu. Kombinasi tersebut diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang, kesehatan, dan konsentrasi belajar para murid.
Selain memperhatikan kandungan gizi, kebersihan dan keamanan pangan menjadi prioritas dalam penyajian makanan. Seluruh bahan dipilih dalam kondisi segar dan diolah sesuai standar higienitas sehingga aman untuk dikonsumsi oleh peserta didik.
Program MBG di sekolah luar biasa juga menjadi bentuk perhatian terhadap pemenuhan hak anak penyandang disabilitas untuk memperoleh asupan gizi yang layak. Melalui makanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, diharapkan kondisi kesehatan dan kualitas belajar anak dapat terus meningkat.
Para guru turut mendampingi murid saat waktu makan berlangsung. Pendampingan dilakukan untuk memastikan anak mengonsumsi makanan dengan nyaman, sekaligus membantu mereka yang masih membutuhkan bantuan saat makan.
Penyesuaian menu juga menunjukkan pentingnya pendekatan yang lebih inklusif dalam pelaksanaan program MBG. Kebutuhan setiap anak tidak dapat disamaratakan, sehingga penyediaan makanan perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan maupun karakteristik peserta didik. Dengan menu yang dirancang secara khusus, murid berkebutuhan khusus diharapkan lebih mudah menerima makanan yang disajikan sehingga risiko makanan tersisa dapat diminimalkan. Upaya ini juga membantu memastikan kebutuhan nutrisi harian anak tetap terpenuhi secara optimal.










































