Latihan Upacara Jadi Terapi bagi Pasien ODGJ

Sejumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengikuti latihan upacara bendera di Yayasan Jambrud Biru, Bekasi, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya untuk memperingati momen kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatan holistik dalam proses pendampingan pasien.
Pengelola Jambrud Biru mengatakan pasien yang kondisinya memungkinkan dapat mengikuti kegiatan di ruang terbuka tanpa dikurung atau ditempatkan di balik jeruji besi.
Menurutnya, pasien ODGJ tetap dapat mengikuti aturan dan menjalankan aktivitas bersama apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.
Dalam latihan, pasien diarahkan mengikuti kegiatan secara bertahap, mulai dari upacara bendera, olahraga, kegiatan rumah tangga hingga keterampilan.
Pendekatan tersebut membutuhkan proses dan kesabaran karena pasien tidak hanya diberikan obat, tetapi juga pembinaan, pengarahan dan motivasi.
Latihan upacara memiliki tiga tujuan, yakni meningkatkan jiwa nasionalisme, menjadi bagian dari terapi daya ingat, serta mengubah pandangan masyarakat terhadap ODGJ agar tidak mendapat diskriminasi maupun stigma.
Sebanyak 97 pasien nantinya akan mengikuti upacara bendera dengan mengenakan pakaian adat untuk meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menjadi momen penting dan bentuk perhatian dari yayasan.
Sejumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengikuti latihan upacara bendera di Yayasan Jambrud Biru, Bekasi, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya untuk memperingati momen kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari pendekatan holistik dalam proses pendampingan pasien.
Pengelola Jambrud Biru mengatakan pasien yang kondisinya memungkinkan dapat mengikuti kegiatan di ruang terbuka tanpa dikurung atau ditempatkan di balik jeruji besi.
Menurutnya, pasien ODGJ tetap dapat mengikuti aturan dan menjalankan aktivitas bersama apabila mendapatkan pendampingan yang tepat.
Dalam latihan, pasien diarahkan mengikuti kegiatan secara bertahap, mulai dari upacara bendera, olahraga, kegiatan rumah tangga hingga keterampilan.
Pendekatan tersebut membutuhkan proses dan kesabaran karena pasien tidak hanya diberikan obat, tetapi juga pembinaan, pengarahan dan motivasi.
Latihan upacara memiliki tiga tujuan, yakni meningkatkan jiwa nasionalisme, menjadi bagian dari terapi daya ingat, serta mengubah pandangan masyarakat terhadap ODGJ agar tidak mendapat diskriminasi maupun stigma.
Sebanyak 97 pasien nantinya akan mengikuti upacara bendera dengan mengenakan pakaian adat untuk meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menjadi momen penting dan bentuk perhatian dari yayasan.