Jakarta - Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 17,5 persen pada 2026.Posyandu diperkuat untuk memantau tumbuh kembang anak sejak dini.
Foto Health
Posyandu Jadi Garda Depan Cegah Stunting Anak
Sejumlah anak beraktivitas di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan mengikuti kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/9/2026). Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tumbuh kembang anak sekaligus mencegah stunting sejak usia dini.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu panjang. Persoalan ini bukan hanya ditandai dengan tinggi badan anak yang berada di bawah standar, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan dan kualitas kesehatan anak dalam jangka panjang.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8 persen, dari 21,5 persen pada 2023. Penurunan tersebut menjadi capaian positif, namun masih menunjukkan bahwa persoalan stunting masih dihadapi oleh jutaan anak di Indonesia.
Pemerintah menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 17,5 persen pada 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya bertahap pemerintah untuk menekan angka stunting hingga mencapai 14,2 persen pada 2029.
Untuk mencapai target tersebut, Posyandu menjadi salah satu ujung tombak pelayanan di tingkat masyarakat. Melalui kegiatan Posyandu, pertumbuhan anak dipantau secara berkala melalui penimbangan berat badan serta pengukuran panjang atau tinggi badan.
Pemantauan secara rutin diperlukan untuk mendeteksi lebih awal apabila terdapat gangguan pertumbuhan. Pemerintah juga memperkuat pelayanan Posyandu dengan meningkatkan kualitas pengukuran antropometri sehingga kondisi pertumbuhan anak dapat diketahui dengan lebih akurat.
Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan setelah anak lahir. Pemenuhan gizi ibu selama kehamilan, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi dan seimbang, imunisasi, serta lingkungan yang bersih dan sehat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya stunting.
Selain kebutuhan gizi dan kesehatan, ruang tumbuh anak juga menjadi bagian penting dalam perkembangan mereka. Keberadaan RPTRA memberikan kesempatan bagi anak untuk bermain, bergerak, berinteraksi, dan mendapatkan stimulasi melalui berbagai aktivitas dalam lingkungan yang aman dan ramah anak.
Mengejar target 17,5 persen pada 2026 bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan konsistensi pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, orang tua, dan masyarakat agar berbagai program pencegahan stunting benar-benar berjalan dan menjangkau anak-anak yang membutuhkan.
Di balik aktivitas anak-anak bermain dan mengikuti kegiatan Posyandu, terdapat harapan untuk mencapai generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas. Target penurunan stunting pada akhirnya bukan sekadar mengejar angka, tetapi memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, bermain, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































