Berkenalan dengan Dylan, Anjing Terapi yang Temani Pasien Kanker

Seekor anjing bernama Dylan menjadi bagian dari program perawatan berbasis hewan di Metaxa Cancer Hospital, Piraeus, Yunani.
 REUTERS/Stelios Misinas

Dalam program tersebut, Dylan hadir untuk memberikan pendampingan, kenyamanan, dan dukungan emosional kepada pasien yang menjalani perawatan kanker. REUTERS/Stelios Misinas


Salah satu pasien yang ditemani Dylan adalah Dionysis Provis, 75 tahun. Provis terlihat mengelus Dylan saat menjalani perawatan di rumah sakit pada 10 September 2026.
 REUTERS/Stelios Misinas

Dylan menjadi anjing pertama yang memiliki kehadiran permanen dalam sistem layanan kesehatan publik Yunani.  REUTERS/Stelios Misinas
Kehadirannya merupakan bagian dari program perawatan berbasis hewan yang dirancang untuk mendampingi pasien selama menjalani perawatan.
 REUTERS/Stelios Misinas

Program tersebut menghadirkan pendekatan pendampingan melalui interaksi pasien dengan hewan, dengan harapan dapat memberikan rasa nyaman dan dukungan emosional di tengah proses pengobatan. REUTERS/Stelios Misinas
Seekor anjing bernama Dylan menjadi bagian dari program perawatan berbasis hewan di Metaxa Cancer Hospital, Piraeus, Yunani. REUTERS/Stelios Misinas
Dalam program tersebut, Dylan hadir untuk memberikan pendampingan, kenyamanan, dan dukungan emosional kepada pasien yang menjalani perawatan kanker. REUTERS/Stelios Misinas
Salah satu pasien yang ditemani Dylan adalah Dionysis Provis, 75 tahun. Provis terlihat mengelus Dylan saat menjalani perawatan di rumah sakit pada 10 September 2026. REUTERS/Stelios Misinas
Dylan menjadi anjing pertama yang memiliki kehadiran permanen dalam sistem layanan kesehatan publik Yunani.  REUTERS/Stelios Misinas
Kehadirannya merupakan bagian dari program perawatan berbasis hewan yang dirancang untuk mendampingi pasien selama menjalani perawatan. REUTERS/Stelios Misinas
Program tersebut menghadirkan pendekatan pendampingan melalui interaksi pasien dengan hewan, dengan harapan dapat memberikan rasa nyaman dan dukungan emosional di tengah proses pengobatan. REUTERS/Stelios Misinas