Selasa, 23 Feb 2016 07:10 WIB

Tidak Sarapan, Risiko Stroke Lebih Tinggi 30 Persen

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Sebuah penelitian di Jepang kembali membuktikan pentingnya sarapan. Menurut penelitian tersebut, kebiasaan tidak mengisi perut di pagi hari bisa meningkatkan risiko stroke sebesar 30 persen.

Kesimpulan tersebut didapat setelah para ilmuwan di Osaka University mengamati 80.000 orang berusia 45-74 tahun. Para partisipan tidak memiliki riwayat penyakit jantung maupun kanker.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa partisipan yang dalam seminggu lupa sarapan sebanyak 5 kali mengalami peningkatan risiko perdarahan di otak. Dalam 13 tahun pengamatan, tercatat 3.772 partisipan mengalami stroke dan 870 lainnya mengalami serangan jantung.

Baca juga: 5 Manfaat Rutin Sarapan Pagi: Turunkan Berat Badan dan BAB Lebih Lancar

Saat mengaitkannya dengan kebiasaan sarapan, para ilmuwan menemukan hubungan yang mereka sebut sangat jelas. Dipublikasikan di jurnal Stroke, para ilmuwan menyimpulkan bahwa sarapan 3 kali seminggu atau kurang bisa meningkatkan risiko perdarahan otak sebesar 36 persen.

"Tekanan darah umumnya meningkat sesaat setelah seseorang bangun tidur dan memuncak pada 2-3 jam berikutnya, sesuai ritme sirkadian," kata Prof Hiroyasu Iso yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari Telegraph, Selasa (23/2/2016).

Prof Iso mengatakan, temuan ini bisa juga dikaitkan dengan diet atau pilihan menu makan kebanyakan orang jepang. Lebih dari separuh populasi di negara tersebut sarapan dengan nasi, ikan bakar, sup miso dan buah-buahan.

Baca juga: Perhatikan, 5 Gejala Mendadak Ini Bisa Jadi Indikasi Stroke

(up/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya