Sabtu, 15 Jun 2019 12:27 WIB

Bahan Bakar B30 Diklaim Ramah Lingkungan dan Aman untuk Kesehatan

Rosmha Widiyani - detikHealth
SPBU Pertamina. Foto: dok. Pertamina SPBU Pertamina. Foto: dok. Pertamina
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian ESDM baru saja meluncurkan program uji coba bahan bakar biodiesel B30, di Jakarta, Kamis (13/6/2019). Kebijakan ini pun banyak mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan teknisi bengkel resmi.

"Kalau nanti (Indonesia) berhasil (lagi) mungkin bakal banyak negara lain yang kagum melihat pesatnya kemajuan penggunaan biodiesel di Indonesia," kata Kepala Bengkel Isuzu Kota Harapan Indah Aedy Damhudy, dihubungi detikcom, Kamis (13/6/2019).

Aedy berharap supaya bahan bakar B30 bisa membuat ketahanan energi fosil di Indonesia berlangsung lebih lama. Selain itu emisi gas buang di kendaraan bermotor bisa dikurangi, sehingga lebih ramah lingkungan.


Senada dengan Aedy, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono juga menyambut baik uji coba B30. Keberhasilan B30 bisa berdampak luas pada kehidupan masyarakat Indonesia.

"Bahan bakar B30 artinya ada campuran 30 persen biodiesel dan 70 persen solar, seperti B20 dan B100. Makin tinggi kadar biodiesel yang digunakan maka semakin ramah lingkungan, salah satunya menekan polusi yang berbahaya bagi kesehatan penduduk," kata Agus pada detikHealth, Sabtu (15/6/2019).

Kandungan zat pengotor pada biodiesesel tidak terlalu banyak seperti pada solar. Zat pengotor inilah yang menghasilkan gas penyebab polusi misal COX, NOx, dan H2S. Semakin rendah zat pengotor, misal sulfur dan logam berat, maka makin kecil pula gas penyebab polusi yang dihasilkan.




Bahan Bakar B30 Diklaim Ramah Lingkungan dan Aman untuk Kesehatan
(fds/fds)