Sabtu, 18 Jul 2009 10:50 WIB

Pintar Menggunakan Makanan Beku

- detikHealth
Jakarta - Di zaman serba praktis ini produsen pangan memang dituntut untuk dapat memenuhi keinginan konsumen yang membutuhkan makanan cepat saji. Tapi hati-hati, dibalik kepraktisannya makanan itu bisa jadi bumerang buat konsumen.

Sebuah perusahaan pangan di New York pada Mei lalu seperti dilaporkan New York Times terpaksa harus menarik kembali produknya setelah 15.000 orang diduga keracunan akibat terinfeksi bakteri salmonella yang berasal dari produk 'frozen pie' buatan perusahaan itu.

Keraguan pihak perusahaan pun muncul ketika dilakukan uji laboratorium pada produk tersebut, dan hasilnya ternyata tidak ditemukan bakteri apa pun dalam produknya. Perusahaan kemudian menyimpulkan bahwa, tingkat keamanan pangan frozen food mulai berkurang ketika sudah jatuh ke tangan konsumen.

Seperti dikutip healthy, Sabtu (18/7/2009), risiko keamanan pangan konsumen memang tidak dapat dijamin 100% oleh perusahaan. Perusahaan hanya dapat menjanjikan sebuah produk tetap aman selama berada dalam kondisi yang diharapkan. Untuk itulah pentingnya petunjuk pemakaian yang harus dicantumkan perusahaan di setiap produknya, karena tidak semua konsumen 'pintar' membacanya.

Khusus untuk frozen food, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti cara aman menyimpan produk, mencairkannya dan batas penyimpanannya di dalam kulkas. Setiap produk pangan memiliki kandungan air. Air inilah yang merupakan media bagi bakteri untuk berkembang, tempat terjadinya reaksi kimia dan juga aktivitas enzim.

Pada produk frozen food, kandungan air menyusut karena sudah dibekukan dan secara otomatis bakteri tidak dapat berkembang. Namun penyimpanan pada suhu yang tidak tepat dapat mengakibatkan bakteri berkembang dan bila dikonsumsi dapat menimbulkan keracunan.

Idealnya, makanan beku harus disimpan pada suhu minus -40 derajat celcius jika ingin tetap aman. Namun, tiap produk memiliki saran penyimpanan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, lihatlah selalu saran penyimpanan dan juga batas kadaluarsanya pada kemasan produk.

Untuk mencairkan (defrost) frozen food juga perlu teknik khusus, namun intinya adalah jangan sampai produk dicairkan (thawing) dalam suhu ruang yang hangat, karena bakteri mudah berkembang.

Teknik paling mudah adalah dengan mencairkan di dalam kulkas, yaitu memindahkannya dari bagian freezer ke tiap tahap di bawahnya, hingga produk melunak secara perlahan. Cara lain adalah dengan menaruhnya di dalam plastik, kemudian direndam dalam air dingin yang diberi es, namun jangan sampai lebih dari 2 jam karena bakteri akan segera berkembang.

Mengikuti saran penyajian produk adalah langkah efektif menghindari bahaya produk-produk frozen food. Oleh karena itu, jadilah konsumen yang pintar dengan membiasakan diri melakukan teknik penyimpanan dan penyajian frozen food yang tepat.

Rekomendasi Obat


(fah/ir)