Selasa, 25 Mei 2010 12:00 WIB

Tambahan Hormon Testosteron Bikin Wanita Tak Mudah Percaya

- detikHealth
Cape Town - Testosteron adalah hormon seks laki-laki, tapi perempuan juga memilikinya dalam jumlah kecil. Sebuah studi menemukan perempuan yang punya kepercayaan tinggi bisa menjadi ragu-ragu (skeptis) alias tidak mudah percaya jika diberikan hormon testosteron tambahan.

Dalam studi tersebut didapatkan bahwa perempuan yang diberikan suntikan testosteron akan menunjukkan wajah yang tidak percaya dibandingkan saat dirinya diberi suntikan plasebo (kosong).

Namun peneliti mengungkapkan bahwa pemberian testosteron tidak berpengaruh jika diberikan pada perempuan yang memang secara alami memiliki tingkat kepercayaan terhadap orang yang rendah.

Hormon testosteron sebenarnya bisa berfungsi sebagai penyeimbang oksitosin, yaitu hormon yang telah terlibat dalam ikatan sosial manusia dan ikatan kepercayaan pada orang lain.

Penelitian ini juga mendukung gagasan bahwa testosteron mempengaruhi perilaku manusia, yaitu dengan memotivasi orang untuk meningkatkan statusnya yang lebih dominan dalam sebuah lingkup sosial.

Hal ini membuat orang yang memiliki kepercayaan tinggi menjadi sedikit lebih waspada atau ragu-ragu terhadap orang lain dalam perebutan peringkat.

"Agar bisa lebih berhasil dalam kompetisi, seseorang harus memiliki pergaulan sosial yang tajam," ujar Jack van Honk, peneliti dari University of Cape Town, Afrika Selatan, seperti dikutip dari LiveScience, Selasa (25/5/2010).

Van Honk dan rekannya melakukan penelitian terhadap 24 perempuan berusia rata-rata 20 tahun. Perempuan ini mendapatkan dua kali suntikan testosteron dan plasebo dengan perbedaan waktu selama 3 hari. Kemudian perempuan-perempuan ini diminta untuk menilai 150 wajah yang tak dikenal dengan skala minus 100 (sangat tidak dapat dipercaya) hingga skala 100 (sangat dapat dipercaya).

Berdasarkan studi ini didapatkan perempuan yang telah menerima tambahan testosteron memiliki kepercayaan yang 10 persen lebih rendah. Sementara itu suasana hati (mood) dan jumlah testosteron alami tidak mempengaruhi hasil penelitian.

"Hal ini kemungkinan disebabkan testosteroan bisa meningkatkan produksi hormon yang disebut dengan vasopresin, yang pada studi hewan bisa meningkatkan agresi dan perilaku teritorial. Namun belum diketahui apakah hal ini juga berlaku pada manusia atau tidak, karena itu studi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apa yang terjadi di otak sehingga dosis testosteron bisa menurunkan tingkat kepercayaan terhadap orang," ungkap Van Honk.

Sementara itu Paola Sapienza dari Northwestern University menuturkan bahwa kepercayaan adalah unsur dasar dalam setiap interaksi manusia, seperti dalam hal transaksi ekonomi, cinta atau hubungan apapun dengan orang lain.

Hasil penelitian ini akan diterbitkan pada minggu ini dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

(ver/ir)